Jakarta (tutur.co.id) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa turun langsung melakukan pengecekkan laporan penumpukkan 3.100 kontainer di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu 6 Juni 2026.
Pada kesempatan tersebut, Purbaya mengunjungi PT Graha Segara salah satu perusahaan yang bergerak di bidang penyedia Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT).
“Saya kesini hari ini untuk menindaklanjuti informasi yang saya dapatkan beberapa hari lalu bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok. Suratnya sampai 3.000 dan itu berkaitan dengan kontainer sebanyak 3.100,” kata Purbaya di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dirinya juga menerima laporan adanya peningkatan arus masuk pada bulan April sehingga berpengaruh pada keterlambatan. Oleh karena itu, ia memerintahkan untuk menambah jumlah personel bea cukai agar dapat bekerja 24 jam, sehingga diharapkan tidak ada lagi kejadian serupa.
“Ada beberapa masalah. Pertama, peningkatan jumlah barang masuk sehingga prosesnya lambat. Kalau masalahnya itu saya minta untuk tambah personel lagi, jadi mereka harus kerja 24 jam sampai nanti jumlahnya turun sekitar 500 yang ada di sini,” jelas Purbaya.
Tak hanya itu, Menkeu menjelaskan peningkatan arus masuk barang tidak dibarengi dengan kesiapan importir untuk bergerak cepat memindahkan kontainernya.
“Barang yang sudah clear segala macam tuh tidak diambil sama importirnya, ditumpuk disini selama berbulan-bulan mungkin karena dendanya lebih murah, mereka biarkan aja disini barangnya,” tambahnya.
Oleh karena itu dia meminta Direktorat Jenderal Bea Cukai Djaka Budi Utama untuk mengevaluasi regulasinya dan mengusulkan membuat aturan baru agar importir tidak berlama-lama menaruh kontainernya sehingga arus menjadi kembali normal dan lancar.

