Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»Pakar AS: Butuh 100.000 Pasukan untuk Kuasai Selat Hormuz

Pakar AS: Butuh 100.000 Pasukan untuk Kuasai Selat Hormuz

Politik Deba Salamah01 April 2026 / 06:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pasukan Amerika Serikat (Foto: Tutur/AA)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

New York (Tutur.co.id) – Profesor ilmu politik dan pakar keamanan global dari University of Chicago, Robert A. Pape, menilai bahwa upaya militer untuk mengendalikan Selat Hormuz membutuhkan kekuatan yang sangat besar. Dalam skenario operasi penuh, Amerika Serikat diperkirakan memerlukan lebih dari 100.000 pasukan darat.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Teluk, di mana Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling krusial dalam konflik yang berkembang.

Menurut Pape, penguasaan wilayah strategis seperti Selat Hormuz tidak dapat dicapai hanya dengan kekuatan udara atau laut. Operasi semacam itu, kata dia, membutuhkan kehadiran pasukan darat dalam jumlah besar untuk memastikan kontrol penuh di lapangan.

Ia juga menyoroti keterbatasan kapasitas militer Amerika Serikat saat ini. Dalam pandangannya, Washington belum memiliki jumlah pasukan yang cukup untuk melakukan pendudukan penuh terhadap wilayah Iran dalam skala besar.

Dalam sejumlah analisis sebelumnya, Pape mengingatkan risiko munculnya escalation trap, yaitu kondisi ketika tekanan militer justru memperluas konflik dan memperumit penyelesaiannya.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital dalam perdagangan energi global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati perairan tersebut. Karena itu, setiap upaya militer di kawasan ini memiliki dampak strategis yang luas, tidak hanya secara geopolitik, tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi global.

Sejumlah skenario yang berkembang mencakup kemungkinan penguasaan pulau-pulau strategis di sekitar selat untuk mengamankan jalur pelayaran. Namun, langkah tersebut dinilai berisiko tinggi dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Baca Juga  Menebak Maksud 'Kartu Baru' Iran Jika Perang Lawan AS Kembali Pecah
Amerika Serikat headline iran selat hormuz Timur Tengah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBEI Naikkan Batas Free Float Jadi 15%, Emiten Diberi Masa Transisi hingga 2029
Next Article Harga Emas Antam Fluktuatif, Berpeluang Uji Rp2,92 Juta di Tengah Ketidakpastian Global

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Terburuk di Asia, OJK Soroti Dampak Rebalancing MSCI

Gusti Tetiro21 Mei 2026 / 15:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.