Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Messi Menutup Piala Dunia 2026 dengan Luka dan Kenangan
  • Drama Ruang Oval: Trump Bentak Reporter hingga Klaim Iran ‘Mengemis’ ke AS
  • Pusat Data Amazon di Bahrain Jadi Sasaran Rudal Iran
  • Gelombang Keracunan MBG Tak Kunjung Mereda, Sampai Kapan?
  • Bupati Lombok Barat Terima Fee Rp12,4 M, Sapi Kurban hingga Mobil Alphard
  • OTT Bupati Lombok Barat, Proyek Rp17,9 Miliar Dimenangkan Satu Perusahaan 
  • Setoran Bea Cukai 2026 Diproyeksikan Shortfall Rp15,4 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu
  • Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka, Gunakan Rompi Oranye Digiring ke Mobil Tahanan KPK
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Komisaris Utama Pertamina Tekankan Mitigasi Risiko untuk Perkuat Ketangguhan Perusahaan

Komisaris Utama Pertamina Tekankan Mitigasi Risiko untuk Perkuat Ketangguhan Perusahaan

Energi & Tambang Galuh Parantri05 Juni 2026 / 19:06 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, memimpin rapat koordinasi Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT) Ballroom Pertamina Club, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026) (Foto: Tutur/ Pertamina)
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, memimpin rapat koordinasi Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT) Ballroom Pertamina Club, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026) (Foto: Tutur/ Pertamina)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id)- Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, memimpin rapat koordinasi Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT) untuk memantau dampak geopolitik global terhadap bisnis Pertamina Group sekaligus melakukan penilaian ulang terhadap pemeringkatan risiko anak perusahaan. Rapat yang berlangsung di Ballroom Pertamina Club, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026), itu dihadiri komisaris dan manajemen anak perusahaan guna merumuskan langkah strategis perusahaan menghadapi dinamika global, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.

Dalam arahannya, Iriawan menyampaikan kondisi geopolitik global saat ini semakin memanas. Konflik kawasan, volatilitas harga minyak dunia, tekanan rantai pasokan, fluktuasi nilai tukar, hingga fragmentasi ekonomi global dinilai telah memberi tekanan besar terhadap industri energi domestik. Menurutnya, Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak hanya menghadapi tantangan bisnis komersial, tetapi juga memikul mandat strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional dan stabilitas pasokan energi di dalam negeri.

Ia menegaskan tantangan yang dihadapi Pertamina Group kini telah bergeser dari sekadar risiko operasional menjadi risiko finansial strategis dan risiko kebijakan. Karena itu, seluruh lini bisnis diminta mengelola risiko secara hati-hati, cermat, dan terintegrasi. Iriawan juga meminta dokumen penilaian risiko tidak hanya menjadi formalitas administratif, tetapi bertransformasi menjadi sistem peringatan dini yang mampu memberikan visibilitas risiko terintegrasi bagi direksi dan komisaris dalam mengambil keputusan strategis.

Menurut Iriawan, kecermatan dalam penilaian risiko, mitigasi, serta pengambilan langkah yang tepat menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan. Ia juga menyoroti pentingnya menghapus ego sektoral dan pola kerja silo antarunit bisnis maupun subholding agar seluruh ekosistem Pertamina dapat bergerak sebagai satu entitas yang saling memperkuat.

Baca Juga  Komut Pertamina Tinjau Proyek Strategis di Tuban, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

“Saya ingin menegaskan bahwa sinergi bisnis Pertamina Group harus dijalankan secara nyata, bukan hanya konsep organisasi. Setiap unit bisnis dan anak perusahaan wajib mengutamakan penggunaan produk, jasa, dan kapabilitas internal Pertamina Group sepanjang tersedia dan memenuhi aspek keekonomian serta kualitas. Seluruh ekosistem Pertamina harus saling memperkuat,” tutupnya.

geopolitik global ketahanan energi mitigasi risiko Mochamad Iriawan Pertamina
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePenerimaan Pajak Hingga Mei Tumbuh 22,1 Persen Jadi Rp834 Triliun
Next Article Koleksi 7 Moge dan 2 Mobil Porsche Silmy Karim Diangkut KPK

Berita Lainnya

Cerita Belakang Layar Presiden Prabowo Bereskan Mangkrak Blok Masela

21 Juli 2026 / 17:33 WIB

Pertamina Optimalkan Sawit dan Limbahnya untuk Kurangi Impor BBM

21 Juli 2026 / 17:30 WIB

Pertamina Perkuat Layanan Avtur di Bandara SMB II Palembang

21 Juli 2026 / 09:45 WIB

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Monitoring Distribusi BBM di Aceh, Riau, dan Kepri

20 Juli 2026 / 20:30 WIB

Pertamuda Seed & Scale 2026 Dibuka, Pertamina Cari Startup Mahasiswa Berbasis Inovasi

20 Juli 2026 / 19:17 WIB

Indonesia Targetkan Full Biodiesel B50 di Semua SPBU per 1 Oktober 2026

20 Juli 2026 / 14:16 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Carrick Ungkap Strategi di Balik Performa Gemilang Bruno Fernandes

Deba Salamah26 April 2026 / 23:30 WIB

Messi Menutup Piala Dunia 2026 dengan Luka dan Kenangan

22 Juli 2026 / 01:00 WIB

Drama Ruang Oval: Trump Bentak Reporter hingga Klaim Iran ‘Mengemis’ ke AS

22 Juli 2026 / 00:26 WIB

Pusat Data Amazon di Bahrain Jadi Sasaran Rudal Iran

22 Juli 2026 / 00:00 WIB

Gelombang Keracunan MBG Tak Kunjung Mereda, Sampai Kapan?

21 Juli 2026 / 23:01 WIB

Bupati Lombok Barat Terima Fee Rp12,4 M, Sapi Kurban hingga Mobil Alphard

21 Juli 2026 / 21:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.