Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • OTT Bupati Lombok Barat, Proyek Rp17,9 Miliar Dimenangkan Satu Perusahaan 
  • Setoran Bea Cukai 2026 Diproyeksikan Shortfall Rp15,4 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu
  • Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka, Gunakan Rompi Oranye Digiring ke Mobil Tahanan KPK
  • Spesifikasi dan Harga Terbaru Yamaha Fazzio, Skutik Stylish dengan Teknologi Hybrid
  • Cerita Belakang Layar Presiden Prabowo Bereskan Mangkrak Blok Masela
  • Pertamina Optimalkan Sawit dan Limbahnya untuk Kurangi Impor BBM
  • Presiden Prabowo Duduk Tak Sebelahan dengan Gibran Saja Jadi Masalah, Ini Jawaban Istana
  • Luka Kedungombo di Meja Hijau: Gugatan Gelar Pahlawan Soeharto Berlanjut, Tutut Pasang Badan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Pertamina Optimalkan Sawit dan Limbahnya untuk Kurangi Impor BBM

Pertamina Optimalkan Sawit dan Limbahnya untuk Kurangi Impor BBM

Energi & Tambang Galuh Parantri21 Juli 2026 / 17:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id)- PT Pertamina (Persero) terus memperkuat upaya mendukung ketahanan energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan kelapa sawit beserta produk turunannya sebagai sumber bioenergi. Langkah ini dilakukan untuk membantu menekan impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi, komitmen tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza saat menjadi pembicara dalam Pekan Riset Sawit Indonesia 2026, Senin (20/7). Menurutnya, bioenergi berbasis sawit menjadi solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan energi domestik yang selama ini masih bergantung pada impor minyak mentah dan produk BBM.

“Jawabannya ada di depan mata kita. Dengan sumber daya CPO (Crude Palm Oil) dan Tandan Kosong Sawit, kita harus mampu mengubahnya menjadi energi,” ujar Oki.

Oki menjelaskan, Indonesia memiliki tiga keunggulan utama dalam pengembangan bioenergi, yakni ketersediaan biomassa domestik yang melimpah, perannya dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor transportasi, serta kemampuannya mendorong ekonomi sirkular yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bentuk implementasi, Pertamina telah menjalankan program biodiesel B50 yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penggunaan biodiesel terbesar di dunia. Saat ini distribusi B50 telah menjangkau 86 dari 121 Terminal BBM milik Pertamina di berbagai wilayah Indonesia.

Selain biodiesel, Pertamina juga membangun fasilitas bioetanol di Glenmore dengan kapasitas produksi 30 ribu kiloliter per tahun. Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mendukung target penerapan campuran E10 sesuai peta jalan pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan.

Tak hanya memanfaatkan crude palm oil (CPO), Pertamina juga melihat potensi besar dari Tandan Kosong Sawit (TKS) yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan potensi mencapai sekitar 25 juta ton per tahun, limbah sawit tersebut dinilai dapat diolah menjadi bioetanol melalui proses konversi menjadi glukosa.

Baca Juga  Prabowo: Hilirisasi Kunci Kebangkitan dan Kemakmuran Bangsa

“Tantangan kita sekarang ada di hilirisasi. Bagaimana TKS ini bisa kita pecah menjadi glukosa lalu menjadi bioetanol. Kalau inisiatif ini berhasil, maka tidak ada lagi limbah yang sia-sia,” kata Oki.
Untuk mendukung pengembangan biofuel, Pertamina juga memperkuat infrastruktur kilang hijau melalui pembangunan Dedicated Green Refinery di Cilacap. Selain itu, teknologi coprocessing telah diterapkan secara komersial di Kilang Cilacap dan tengah memasuki tahap uji coba di Kilang Balongan serta Dumai.

Oki menegaskan, upaya mewujudkan kemandirian energi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, industri, akademisi, perbankan hingga masyarakat.
“Ini semua membutuhkan kerja sama. Tidak bisa hanya mengandalkan industri, namun harus ada sinergi antara Pemerintah, perbankan, akademisi, dan masyarakat. Tujuannya satu, mewujudkan kemandirian energi dan mengurangi beban devisa negara,” tutupnya.

Biodiesel B50 bioenergi Bioetanol impor BBM ketahanan energi Pertamina Sawit transisi energi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePresiden Prabowo Duduk Tak Sebelahan dengan Gibran Saja Jadi Masalah, Ini Jawaban Istana
Next Article Cerita Belakang Layar Presiden Prabowo Bereskan Mangkrak Blok Masela

Berita Lainnya

Cerita Belakang Layar Presiden Prabowo Bereskan Mangkrak Blok Masela

21 Juli 2026 / 17:33 WIB

Pertamina Perkuat Layanan Avtur di Bandara SMB II Palembang

21 Juli 2026 / 09:45 WIB

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Monitoring Distribusi BBM di Aceh, Riau, dan Kepri

20 Juli 2026 / 20:30 WIB

Pertamuda Seed & Scale 2026 Dibuka, Pertamina Cari Startup Mahasiswa Berbasis Inovasi

20 Juli 2026 / 19:17 WIB

Indonesia Targetkan Full Biodiesel B50 di Semua SPBU per 1 Oktober 2026

20 Juli 2026 / 14:16 WIB

Pertamina Drilling Sukses Laksanakan Water Injectivity Test Perdana di Jatibarang, Perkuat Kesiapan CCS

20 Juli 2026 / 09:30 WIB
Form Komentar Cancel Reply

KPK Duga Bupati Kuansing Potong Gaji Petani untuk Suap Raja Juli

Ahmad Nuryaman08 Juli 2026 / 11:32 WIB

OTT Bupati Lombok Barat, Proyek Rp17,9 Miliar Dimenangkan Satu Perusahaan 

21 Juli 2026 / 19:32 WIB

Setoran Bea Cukai 2026 Diproyeksikan Shortfall Rp15,4 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu

21 Juli 2026 / 18:42 WIB

Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka, Gunakan Rompi Oranye Digiring ke Mobil Tahanan KPK

21 Juli 2026 / 18:23 WIB

Spesifikasi dan Harga Terbaru Yamaha Fazzio, Skutik Stylish dengan Teknologi Hybrid

21 Juli 2026 / 18:02 WIB

Cerita Belakang Layar Presiden Prabowo Bereskan Mangkrak Blok Masela

21 Juli 2026 / 17:33 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.