Jakarta (tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto membeberkan cerita di balik layar terkait usaha pemerintah mengatasi mangkraknya pembangunan cadangan gas raksasa di Cekungan Abadi, Blok Masela, Maluku yang telah berlangsung selama 28 tahun. Mulai dari mendatangi langsung petinggi Inpex di Tokyo hingga usaha mempercepat pembangunan.
“28 tahun mangkrak, saya berangkat ke Tokyo, saya ketemu pimpinannya perusahaan-perusahaan Jepang itu, Inpex, saya sampaikan dengan baik dan sopan ‘Saudara masih berminat? Kalau saudara tidak berminat, saya akan alokasi, saya akan tunjuk perusahaan lain’. Sopan, tetapi tegas,” kata Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Juli 2026.
Presiden Prabowo menemui langsung petinggi-petinggi Inpex beserta belasan pimpinan perusahaan ternama Jepang lainnya di Tokyo, Jepang, saat ia melakukan kunjungan kenegaraan pada 31 Maret 2026. Dalam pertemuan itu, Prabowo bertemu langsung dengan CEO Inpex Takayuki Ueda.
Selepas pertemuan di Tokyo, Presiden kemudian mengeluarkan instruksi kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. “Menteri ESDM, 6 bulan tidak ada kegiatan, cabut! Sekarang kita tidak toleransi. HGU, HGB, SIUP, izin kita beri, 2 tahun tidak ada kegiatan, cabut!” kata Prabowo.
Berselang kurang dari 4 bulan setelah pertemuan Presiden dengan bos Inpex itu, Prabowo pada 16 Juli 2026 pun meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) LNG Cekungan Abadi, Blok Masela di Maluku. Dan dalam acara peresmian itu, dihadiri langsung CEO Inpex Takayuku Ueda yang menariknya juga menyampaikan sebagian laporannya menggunakan bahasa Indonesia dan mendapat pujian dari Presiden Prabowo.

