Manchester (Tutur.co.id) – Michael Carrick membangun wajah baru permainan Manchester United musim ini dengan menempatkan Bruno Fernandes sebagai poros utama. Di tengah upaya klub kembali bersaing di papan atas Premier League, gelandang asal Portugal itu tidak hanya berperan sebagai penyumbang angka, tetapi juga pengatur ritme dan arah permainan tim.
Keputusan Fernandes menolak tawaran dari klub Arab Saudi pada musim panas 2025 menjadi titik penting. Sejak saat itu, ia tampil konsisten dan menjelma sebagai motor serangan United. Torehan 18 assist yang dikumpulkannya menjadi fondasi kuat dalam upaya klub mengamankan tiket ke Liga Champions.
Catatan tersebut menempatkan Fernandes di ambang rekor assist satu musim, mendekati capaian Kevin De Bruyne dan Thierry Henry. Tak mengherankan jika namanya kini masuk dalam radar kandidat penghargaan akhir musim versi PFA dan FWA.
Carrick menuturkan, pendekatan yang ia terapkan terhadap Fernandes bukan dengan membatasi peran, melainkan memberi ruang untuk berkembang. Dalam kerangka permainan yang ia rancang, setiap pemain tetap dituntut berkontribusi untuk keseimbangan tim. Namun, Fernandes diberi kebebasan lebih di sektor ofensif.
“Seperti pemain lain, kami mencoba membangun struktur dan susunan tim untuk mengeluarkan kemampuan terbaik semua orang di dalamnya. Semua orang punya batasan, semua harus berkorban untuk tim. Tapi, saya suka melihat Bruno berada di posisi menyerang dengan sedikit kebebasan,” ujar Carrick..
Kontribusi Fernandes juga tidak berhenti saat tim kehilangan bola. Carrick menyoroti peran penting sang gelandang dalam fase bertahan, terutama saat United meraih kemenangan tipis 1-0 di markas Chelsea. Lebih dari sekadar kemampuan teknis, Carrick melihat kekuatan utama Fernandes terletak pada cara berpikirnya di lapangan.
“Dia bermain untuk tim dan punya tanggung jawab besar. Saya rasa dia menjalankannya dengan sangat baik, terutama tanpa bola dan kerja defensifnya. Dia pemain yang sangat bagus, bisa melihat situasi, kreatif, punya pemahaman permainan yang sangat baik, dan juga sosok penting di dalam tim,” kata Carrick.
Kepercayaan, menurut Carrick, menjadi kunci dalam memaksimalkan kontribusi Fernandes. “Banyak hal bergantung pada kepercayaan dan menempatkannya di posisi di mana kami yakin dia bisa memberi dampak terbesar,” tuturnya.
Hubungan keduanya bukan hal baru. Carrick telah mengenal Fernandes sejak sang pemain didatangkan dari Sporting pada Januari 2020, saat ia masih menjadi staf pelatih di era Ole Gunnar Solskjær. Karena itu, perkembangan Fernandes musim ini bukan sesuatu yang mengejutkan baginya.
“Saya sudah mengenal Bruno sejak lama dan bekerja dengannya sejak dia datang ke klub, jadi ini bukan hal yang mengejutkan. Saya tahu persis apa yang bisa dia berikan. Seiring waktu, pemain berkembang, pengalaman membantu, dan Anda bisa melihat dia berkembang ke arah yang sangat positif,” ujar Carrick menjelang laga melawan Brentford.
Ia pun menegaskan besarnya pengaruh Fernandes dalam perjalanan tim musim ini. “Dia punya pengaruh besar, dampaknya besar, dan saat ini dia bermain sangat baik. Kami sangat senang dengan itu,” kata Carrick.

