Jakarta (Tutur.co.id) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan bahwa pemerintah memperoleh informasi awal mengenai keberadaan buronan kasus korupsi, Mohammad Riza Chalid, yang diduga berada di Malaysia.
“Yang kami dengar ada di Malaysia, tetapi pasti tidaknya mesti diselidiki dan kalau memang ada di Malaysia memang harus dimintakan ekstradisi kepada Pemerintah Malaysia,” ujar Yusril saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Riza Chalid sebelumnya kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Trading Ltd. (Petral) periode 2008–2015. Ia juga telah lebih dulu masuk daftar pencarian orang dalam perkara lain terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023.
Meski demikian, Yusril menegaskan dirinya tidak menangani langsung proses hukum tersebut. Ia menyebut koordinasi lebih lanjut kemungkinan akan dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.
“Sampai sekarang belum dilakukan upaya pemulangan, baik dalam konteks MLA maupun dengan ekstradisi dengan Pemerintah Malaysia,” kata Yusril.
Di sisi lain, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, memastikan bahwa Riza Chalid saat ini berada di luar negeri. Pihak Kejagung terus berkoordinasi dengan National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia untuk melacak keberadaan tersangka.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan bahwa upaya pencarian akan terus dilakukan melalui kerja sama internasional.
“Kami tetap bekerja sama dengan Interpol, terutama Interpol Indonesia, untuk berusaha mendatangkan saudara MRC,” ujarnya.
Dugaan keberadaan Riza Chalid di Malaysia sebelumnya juga disampaikan Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Riza berada di negara tersebut.
“Kalau soal Riza Chalid di Malaysia, malah aku yakin seyakin-yakinnya memang dia di Malaysia. Karena tidak akan ada tempat lain yang bisa dia tempati dengan nyaman,” kata Boyamin pada Februari 2026.

