Miami (Tutur.co.id) – Inggris dan Prancis memang tidak pernah membayangkan harus memainkan laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Kedua tim datang ke turnamen dengan target utama tampil di partai final, tetapi mimpi tersebut pupus setelah sama-sama tersingkir di babak semifinal.
Inggris harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 1-2, sementara Prancis takluk 0-2 dari Spanyol. Kini, kedua raksasa Eropa itu akan saling berhadapan dalam duel perebutan medali perunggu, pertandingan yang tetap memiliki arti penting meski bukan laga yang mereka inginkan.
Bagi Prancis, pertandingan ini menjadi kesempatan menutup turnamen dengan hasil positif. Namun bagi Inggris, laga ini bisa menjadi penentu masa depan sekaligus upaya memulihkan kepercayaan terhadap pelatih Thomas Tuchel.
Mencari Akhir yang Manis
Kekalahan dari Argentina meninggalkan luka yang dalam bagi The Three Lions. Sempat unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon, Inggris justru gagal mempertahankan keunggulan setelah memilih bermain semakin bertahan. Argentina memanfaatkan perubahan pendekatan tersebut dengan sempurna.
Lionel Messi menjadi aktor utama kebangkitan Albiceleste lewat dua assist yang diselesaikan Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez menjadi gol kemenangan. Hasil itu memperpanjang penantian Inggris untuk meraih gelar besar pertama sejak menjuarai Piala Dunia 1966.
Meski demikian, perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 sebenarnya tidak sepenuhnya mengecewakan. Sebelum turnamen dimulai, finis di posisi ketiga mungkin akan dianggap sebagai pencapaian yang sangat baik. Namun, cara mereka kehilangan keunggulan atas Argentina membuat kegagalan tersebut terasa jauh lebih menyakitkan.
Thomas Tuchel Jadi Sorotan
Sejak peluit akhir semifinal dibunyikan, kritik terhadap Thomas Tuchel terus mengalir. Banyak pihak menilai pelatih asal Jerman itu melakukan kesalahan besar dengan meminta timnya bertahan terlalu dalam setelah unggul 1-0.
Pergantian pemain yang lebih berorientasi defensif juga dinilai menghilangkan ancaman serangan balik Inggris dan justru memberikan ruang bagi Argentina untuk mendominasi pertandingan.
Tidak hanya strategi yang menjadi sasaran kritik, komentar Tuchel seusai pertandingan pun dianggap kurang meyakinkan. Secara keseluruhan, semifinal melawan Argentina menjadi salah satu malam terburuk Tuchel sejak menangani tim nasional Inggris.
Duel Melawan Prancis Jadi Kesempatan Menebus Kesalahan
Pertandingan menghadapi Prancis kini memiliki arti lebih besar daripada sekadar perebutan tempat ketiga. Kemenangan atas Les Bleus akan memberikan akhir yang positif bagi perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 sekaligus membantu meredakan tekanan terhadap Tuchel.
Sebaliknya, jika kembali gagal meraih hasil maksimal, kritik terhadap sang pelatih dipastikan akan semakin keras meski Federasi Sepak Bola Inggris (FA) masih memberikan dukungan penuh kepadanya.
Mengalahkan Prancis juga akan menjadi pencapaian penting mengingat kualitas lawan yang dihadapi. Les Bleus merupakan juara dunia 2018 dan finalis Piala Dunia 2022, sehingga kemenangan atas mereka tetap memiliki nilai prestise yang tinggi.
Masa Depan Tuchel Masih Aman
Meski muncul berbagai desakan agar Thomas Tuchel dicopot, laporan yang beredar menyebutkan bahwa posisi sang pelatih masih mendapat dukungan penuh dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA).
Tuchel sendiri menegaskan bahwa fokusnya saat ini masih sepenuhnya tertuju pada pertandingan melawan Prancis. Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap memimpin Inggris hingga kontraknya berakhir.
“Pertama-tama, Piala Dunia belum selesai. Saya memiliki kontrak hingga Euro 2028 yang digelar di kandang sendiri, dan saya tetap menantikan tantangan tersebut, meskipun saat ini memang sulit untuk memikirkan sejauh itu,” katanya,
Apakah Tuchel Layak Dipertahankan?
Perdebatan mengenai masa depan Thomas Tuchel dipastikan akan terus berlanjut. Pelatih arsitek PSG itu direkrut dengan satu tujuan utama, yaitu membawa Inggris menjuarai Piala Dunia. Pada akhirnya, target tersebut gagal tercapai setelah langkah mereka terhenti di semifinal.
Namun, menilai keseluruhan pekerjaannya hanya dari satu pertandingan tentu bukan perkara sederhana.
Jika mampu membawa Inggris mengalahkan Prancis dan mengamankan posisi ketiga, Tuchel setidaknya bisa menutup Piala Dunia 2026 dengan catatan yang lebih positif. Sebaliknya, kekalahan lain berpotensi memperbesar tekanan menjelang persiapan menuju Euro 2028.
Lebih Penting dari Sekadar Medali Perunggu
Di atas kertas, perebutan tempat ketiga sering dianggap sebagai pertandingan hiburan yang tidak terlalu penting. Namun, bagi Inggris, duel melawan Prancis memiliki makna yang jauh lebih besar.
Hasil pertandingan ini dapat memengaruhi cara publik menilai perjalanan The Three Lions di Piala Dunia 2026, sekaligus menentukan seberapa besar kepercayaan yang masih akan diberikan kepada Thomas Tuchel.
Bagi sang pelatih, kemenangan atas Prancis bukan hanya soal membawa pulang medali perunggu, melainkan juga kesempatan untuk membuktikan bahwa Inggris masih berada di jalur yang tepat dalam membangun tim menuju turnamen besar berikutnya.

