Teheran (Tutur.co.id) – Rencana perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, mengalami hambatan setelah delegasi Iran dilaporkan beberapa kali menunda keberangkatan. Penundaan tersebut dipicu oleh meningkatnya serangan Israel ke wilayah Lebanon.
Media pemerintah Iran, Press TV, pada Jumat (10/4/2026), mengutip sumber yang menyebut bahwa eskalasi militer di Lebanon menjadi faktor utama tertundanya perjalanan delegasi Teheran. Iran bahkan memperingatkan bahwa serangan tersebut berpotensi merusak keseluruhan proses negosiasi.
Sumber tersebut menegaskan bahwa gelombang serangan lanjutan dapat membuat Iran membatalkan partisipasinya dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat. Tekanan dari Teheran juga disebut sempat mendorong penghentian sementara serangan Israel di Beirut.
Di sisi lain, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan bahwa delegasi Washington tetap berangkat dengan “pedoman yang cukup jelas” dari Presiden Donald Trump. Namun hingga kini, belum ada kepastian mengenai keberangkatan delegasi Iran ke Pakistan.
Sebelumnya, Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran, yang juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Menindaklanjuti hal itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan kesiapan untuk memulai perundingan di Islamabad.
Namun situasi di lapangan menunjukkan dinamika yang berbeda. Pada Rabu (9/4), serangan udara dan artileri Israel dilaporkan menghantam lebih dari selusin permukiman di Lebanon selatan, termasuk kota Tirus.
Washington menegaskan bahwa penghentian serangan Israel ke Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, dengan alasan adanya aktivitas kelompok Hizbullah. Sebaliknya, Teheran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dicapai.
Kementerian Luar Negeri Iran pun menegaskan bahwa kelanjutan negosiasi sangat bergantung pada komitmen semua pihak terhadap gencatan senjata. Tanpa kepatuhan tersebut, proses diplomasi dinilai berisiko gagal sebelum benar-benar dimulai.

