Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Rumah Jampidsus Dijaga Ketat Aparat Usai Polisi Geledah Cafe de’Clan
  • Kortastipidkor Temukan Tumpukan Uang Pecahan Dollar di Cafe de’Clan
  • Astra Perkuat Desa Sejahtera Astra Sumba Timur, Lestarikan Tenun Ikat dan Berdayakan Perempuan
  • Cafe de’Clan di Cipete Digeledah Penyidik Kortastipidkor
  • Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan 4 Hakim ke MA
  • Tas Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Pertamina Bantu UMKM Naik Kelas
  • Kubu Nadiem Serahkan Memori Banding Lawan Vonis 10 Tahun
  • Melonjak 21,4 Persen, Menkeu Pastikan Tak Ada Kenaikan Pajak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Sejarah Hantavirus: Dari Perang Korea hingga Jadi Ancaman Global

Sejarah Hantavirus: Dari Perang Korea hingga Jadi Ancaman Global

Health Ridzka Putri Ananda08 Mei 2026 / 13:55 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Tikus sebagai salah satu hewan pembawa Hantavirus yang dapat menularkan virus melalui air liur, urine, dan kotorannya. (Foto: Tutur/Alodokter)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Hantavirus bukanlah virus baru yang muncul dalam beberapa tahun terakhir. Penyakit ini sudah dikenal dunia sejak puluhan tahun silam. Pertama kali menarik perhatian dunia saat Perang Korea di awal 1950-an. Saat itu, ribuan tentara mengalami demam misterius dengan gangguan ginjal serius yang belum diketahui penyebabnya.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, Jumat 8 Mei 2026, wabah besar pertama hantavirus terjadi antara tahun 1951 hingga 1954 selama Perang Korea. Lebih dari 3.000 tentara Perserikatan Bangsa-Bangsa dilaporkan jatuh sakit akibat penyakit yang saat itu disebut Korean Hemorrhagic Fever.

Setelah sempat membuat pusing tim medis saat itu, virus ini kemudian diketahui berasal dari hewan pengerat, terutama tikus liar yang memang mewabah sebelumnya di sekitar area medan Perang Korea.

Nama “Hantavirus” sendiri berasal dari Sungai Hantan di Korea Selatan. Pada tahun 1978, ilmuwan Korea Selatan bernama Ho Wang Lee berhasil mengidentifikasi virus tersebut dari tikus lapangan. Penemuan ini menjadi titik penting dalam sejarah penelitian penyakit menular dunia.

Hantavirus menyebar melalui urine, air liur, dan kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Manusia biasanya tertular saat menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi virus. Karena itu, lingkungan yang kotor, gudang tertutup, atau area dengan banyak tikus menjadi tempat paling berisiko untuk penyebaran hantavirus.

Pada tahun 1993, hantavirus kembali menjadi perhatian besar setelah muncul wabah di wilayah Four Corners, Amerika Serikat. Wabah tersebut menyebabkan beberapa orang meninggal akibat gangguan pernapasan berat yang kemudian dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Sejak saat itu, penelitian mengenai hantavirus semakin berkembang di berbagai negara.

Gejala hantavirus biasanya dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh lemas. Dalam kondisi berat, pasien dapat mengalami gagal napas atau gagal ginjal yang berpotensi mematikan. Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk hantavirus sehingga penanganan lebih fokus pada perawatan intensif dan deteksi dini.

Baca Juga  WHO Konfirmasi 11 Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Belanda

Cara utama mencegah hantavirus adalah dengan mengurangi kontak dengan hewan pengerat dan menjaga kebersihan lingkungan. WHO dan CDC menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi tikus.

Meski tergolong langka, hantavirus tetap dianggap berbahaya karena tingkat kematiannya cukup tinggi pada beberapa kasus. Termasuk yang baru-baru ini terjadi di sebuah kapal pesiar yang tengah berlayar di Cape Verde. Tiga orang meninggal akibat virus yang satu ini.

Hantavirus hantavirus disebarkan tikus penyebab hantavirus virus wabah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleUsai Temui KPK, Mensos Ngaku Dapat Masukan untuk Program Sekolah Rakyat
Next Article Pertamina dan Badan Gizi Nasional Sinergikan Minyak Jelantah Jadi Energi Rendah Karbon

Berita Lainnya

Resep MPASI untuk Bayi 6 Bulan ke Atas, Lengkap dengan Panduan Pemberian yang Tepat

24 Juni 2026 / 09:22 WIB

Jengkol dan Petai Mana yang Lebih Sehat? Kenali Perbedaan hingga Penyebab Bau Khasnya

23 Juni 2026 / 09:46 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dengan Bahan Sederhana, Mudah Dipraktikkan di Rumah

20 Juni 2026 / 09:22 WIB

Broken Home: Luka Keluarga yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Berdampak Panjang

19 Juni 2026 / 09:14 WIB

Leunca, Lalapan Khas Sunda yang Disukai Banyak Orang, Ternyata Kaya Nutrisi

18 Juni 2026 / 09:02 WIB

5 Minuman yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Bukan Pembakar Lemak Instan

17 Juni 2026 / 09:11 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Cenderung Sideways, 3 Saham Jadi Primadona: BAPA, BUKA, EMAS

Gusti Tetiro21 April 2026 / 08:15 WIB

Rumah Jampidsus Dijaga Ketat Aparat Usai Polisi Geledah Cafe de’Clan

08 Juli 2026 / 22:43 WIB

Kortastipidkor Temukan Tumpukan Uang Pecahan Dollar di Cafe de’Clan

08 Juli 2026 / 21:23 WIB

Astra Perkuat Desa Sejahtera Astra Sumba Timur, Lestarikan Tenun Ikat dan Berdayakan Perempuan

08 Juli 2026 / 20:02 WIB

Cafe de’Clan di Cipete Digeledah Penyidik Kortastipidkor

08 Juli 2026 / 19:54 WIB

Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan 4 Hakim ke MA

08 Juli 2026 / 19:05 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.