Jakarta (tutur.co.id) – Memasuki usia enam bulan, kebutuhan nutrisi bayi tidak lagi dapat dipenuhi hanya dari Air Susu Ibu (ASI). Pada fase ini, orang tua mulai dianjurkan memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhan.
Menurut rekomendasi World Health Organization (WHO), periode pemberian MPASI dimulai sejak usia enam bulan dan berlanjut hingga usia 24 bulan dengan tetap didampingi pemberian ASI. Masa tersebut menjadi periode penting karena bayi rentan mengalami kekurangan gizi apabila kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi secara optimal.
Pemberian MPASI tidak hanya berfokus pada jumlah makanan, tetapi juga harus memperhatikan kualitas nutrisi, frekuensi pemberian, tekstur makanan, hingga kebersihan bahan dan peralatan yang digunakan.
Agar tumbuh kembang bayi berjalan optimal, MPASI perlu diberikan pada waktu yang tepat, yakni saat ASI tidak lagi mampu memenuhi seluruh kebutuhan energi dan zat gizi harian bayi.
Selain itu, makanan yang diberikan harus mengandung energi, protein, vitamin, dan mineral yang cukup untuk mendukung perkembangan fisik maupun kognitif anak.
Kebersihan juga menjadi faktor penting dalam proses pemberian MPASI. Orang tua perlu memastikan bahan makanan, peralatan makan, dan tangan dalam kondisi bersih untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri atau patogen yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
WHO merekomendasikan bayi usia 6 hingga 8 bulan menerima makanan pendamping sebanyak dua hingga tiga kali sehari. Frekuensi tersebut meningkat menjadi tiga hingga empat kali sehari saat bayi berusia 9 hingga 11 bulan.
Sementara pada usia 12 hingga 24 bulan, orang tua dapat menambahkan satu hingga dua kali camilan sehat setiap hari untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak.
Resep MPASI Sederhana untuk Bayi
Mengacu pada panduan yang pernah dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terdapat sejumlah menu MPASI sederhana yang dapat dibuat di rumah.
1. Puree Pisang atau Pepaya
Pilih buah yang matang, cuci hingga bersih, lalu kupas kulitnya. Haluskan menggunakan sendok hingga teksturnya lembut dan mudah dikonsumsi bayi.
2. Puree Tomat
Gunakan tomat matang yang telah dicuci bersih. Rendam sebentar dalam air panas untuk memudahkan pengupasan kulit, kemudian haluskan dan saring hingga teksturnya lembut.
3. Perasan Jeruk
Pilih jeruk yang manis dan matang. Setelah dicuci bersih, peras airnya dan saring sebelum diberikan kepada bayi.
4. Biskuit Lumat
Biskuit bayi dapat direndam menggunakan sedikit air matang hingga teksturnya lunak dan mudah ditelan.
5. Bubur Susu
Bubur susu dapat dibuat dari campuran tepung beras, susu, dan sedikit gula. Semua bahan dimasak dengan api kecil sambil diaduk hingga matang dan memiliki tekstur yang lembut.
6. Nasi Tim Campur
Menu ini dapat dibuat dari bubur beras yang dicampur dengan lauk hewani atau nabati serta sayuran. Pilihan lauk yang dapat digunakan antara lain ayam, ikan, telur, daging, tempe, tahu, kacang hijau, atau kacang merah.
Sementara untuk sayuran, orang tua dapat memilih bayam, wortel, labu kuning, maupun kangkung yang dicincang halus sebelum dimasak hingga matang.
Selain memilih bahan makanan yang bergizi, orang tua juga perlu memperhatikan beberapa hal penting dalam pemberian MPASI.
Pertama, hindari penggunaan penyedap rasa karena bayi belum memerlukan tambahan perasa buatan dalam makanannya.
Kedua, pilih buah yang sesuai dengan usia bayi. Untuk bayi usia sekitar sembilan bulan, buah yang umumnya dapat diberikan antara lain pisang, jeruk, alpukat, apel, mangga harum manis, pepaya, dan melon.
Ketiga, pemberian telur sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan memperkenalkan bagian kuning telur terlebih dahulu. Jika muncul tanda-tanda alergi, pemberian telur sebaiknya ditunda dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
MPASI memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang terus meningkat seiring bertambahnya usia. Pemberian makanan pendamping yang tepat, bergizi, dan sesuai tahapan usia dapat membantu mencegah kekurangan gizi sekaligus mendukung pertumbuhan optimal anak.
Karena itu, orang tua perlu memperhatikan kualitas bahan makanan, frekuensi pemberian, serta kebersihan selama proses pengolahan agar manfaat MPASI dapat diperoleh secara maksimal. (sas)

