Amsterdam (Tutur.co.id) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi total 11 kasus hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius. Kasus tersebut terdiri atas sembilan kasus terkonfirmasi dan dua kasus probable yang terdeteksi setelah kapal melakukan perjalanan dari wilayah Amerika Selatan menuju Eropa.
WHO menyatakan wabah tersebut menjadi perhatian internasional karena melibatkan penumpang dan awak kapal dari berbagai negara. Hingga kini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi virus tersebut.
Menurut laporan WHO, sebagian besar kasus yang terkonfirmasi merupakan Andes virus, salah satu jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia dalam kondisi tertentu.
“WHO menilai risiko global dari kejadian ini tetap rendah,” demikian pernyataan WHO dalam laporan resminya.
Kasus terbaru teridentifikasi setelah proses evakuasi penumpang di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. Penumpang kemudian dipulangkan ke lebih dari 20 negara untuk menjalani karantina dan pemantauan kesehatan.
WHO menjelaskan gejala yang dialami pasien meliputi demam, gangguan pernapasan, pneumonia, hingga sindrom gangguan pernapasan akut. Penyakit tersebut umumnya ditularkan melalui kontak dengan urin, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Namun, pada varian Andes virus, penularan antarmanusia pernah tercatat dalam sejumlah wabah sebelumnya di Amerika Selatan.
WHO dan otoritas kesehatan sejumlah negara kini masih melakukan pelacakan kontak terhadap para penumpang dan awak kapal yang pernah berada di MV Hondius. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran lanjutan setelah para penumpang kembali ke negara masing-masing.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta seluruh negara meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kasus baru selama masa inkubasi virus berlangsung.
“Kami memperkirakan masih mungkin ada kasus tambahan yang muncul,” kata Tedros.
Sementara itu, otoritas kesehatan Belanda juga memperketat prosedur penanganan pasien setelah sebuah rumah sakit di negara tersebut mengarantina 12 tenaga medis akibat dugaan paparan cairan tubuh pasien hantavirus.
MV Hondius sendiri kini sedang menuju Rotterdam, Belanda, dengan awak terbatas dan pengawasan medis ketat setelah seluruh penumpang berhasil dievakuasi.
Wabah di kapal pesiar tersebut menjadi salah satu kasus hantavirus terbesar yang pernah mendapat perhatian internasional dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah pakar kesehatan menilai insiden itu memperlihatkan tingginya risiko penyebaran penyakit menular di ruang tertutup dengan mobilitas internasional yang tinggi.

