Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (21/4/2026), seiring masih tingginya ketidakpastian global dan belum kuatnya sentimen domestik.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis 0,52% ke level 7.594. Meski demikian, investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp124,49 miliar.
Tekanan pasar datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini mendorong lonjakan harga minyak dunia, dengan minyak jenis WTI mencapai US$88 per barel dan Brent di kisaran US$95 per barel.
BRI Danareksa Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih tertahan di bawah level resistance kunci.
“Level 7.700 menjadi resistance yang cukup penting bagi IHSG dan selama belum mampu menembus level tersebut maka pergerakan akan cenderung terbatas dan berpotensi menutup area gap 7.500,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Selain faktor global, pelaku pasar juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diproyeksikan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%. Kebijakan tersebut difokuskan untuk menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan terakhir. Indeks Dow Jones turun tipis 0,0099%, S&P 500 terkoreksi 0,24%, dan Nasdaq Composite melemah 0,26%.
Dalam kondisi pasar yang cenderung sideways, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk dicermati oleh investor, yakni EMAS, BAPA, dan BUKA.

