Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Messi Menutup Piala Dunia 2026 dengan Luka dan Kenangan
  • Drama Ruang Oval: Trump Bentak Reporter hingga Klaim Iran ‘Mengemis’ ke AS
  • Pusat Data Amazon di Bahrain Jadi Sasaran Rudal Iran
  • Gelombang Keracunan MBG Tak Kunjung Mereda, Sampai Kapan?
  • Bupati Lombok Barat Terima Fee Rp12,4 M, Sapi Kurban hingga Mobil Alphard
  • OTT Bupati Lombok Barat, Proyek Rp17,9 Miliar Dimenangkan Satu Perusahaan 
  • Setoran Bea Cukai 2026 Diproyeksikan Shortfall Rp15,4 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu
  • Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka, Gunakan Rompi Oranye Digiring ke Mobil Tahanan KPK
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Fashion»Kenapa Banyak Gen Z Memilih Childfree? Ternyata Bukan Sekadar Tidak Suka Anak

Kenapa Banyak Gen Z Memilih Childfree? Ternyata Bukan Sekadar Tidak Suka Anak

Fashion ridzka putri ananda06 Juni 2026 / 18:04 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Visual fenomena childfree global. Tekanan biaya hidup yang tinggi dan tuntutan karier modern memicu penurunan angka kelahiran yang signifikan di berbagai belahan dunia. (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Fenomena childfree atau keputusan untuk tidak memiliki anak semakin sering dibahas di media sosial, terutama di kalangan Gen Z. Dulu, menikah dan punya anak dianggap sebagai “jalan hidup normal” bagi hampir semua orang. Namun sekarang, semakin banyak anak muda yang mulai mempertanyakan apakah mereka benar-benar ingin menjadi orang tua di masa depan.

Dilansir dari jurnal Fenomena Childfree Dalam Perspektif Generasi Z karya Innocentia Armabella Lastika dkk, tren childfree di kalangan Gen Z berkembang karena pengaruh media sosial, kondisi ekonomi, trauma masa lalu, hingga perasaan belum siap secara mental maupun finansial untuk memiliki anak. Banyak generasi muda mulai melihat bahwa menjadi orang tua bukan lagi kewajiban sosial, melainkan pilihan hidup yang harus dipikirkan matang-matang.

Fenomena childfree sendiri sebenarnya bukan hal baru. Istilah ini mulai populer di Amerika Serikat pada tahun 1970-an lewat gerakan National Organization for Non-Parents, organisasi yang mendukung pasangan menikah yang secara sadar memilih tidak memiliki anak. Dari Amerika, konsep childfree kemudian menyebar ke berbagai negara dan semakin dikenal luas sejak munculnya media sosial dan komunitas online yang membahas gaya hidup tersebut.

Saat ini, tren childfree dan penurunan angka kelahiran paling ekstrem banyak terjadi di Asoa Timur. Berdasarkan data fertilitas global 2026, Macau, Hong Kong, dan Korea Selatan menjadi wilayah dengan tingkat kelahiran terendah di dunia. Korea selatan sendiri sempat mencatat tingkat fertilitas hanya sekitar 0,72 pada 2023 dan naik menjadi 0,80 pada 2025, namun tetap menjadi salah satu yang terendah secara global.

Banyak anak muda di negara-negara tersebut mengaku tidak ingin punya anak karena biaya hidup yang sangat tinggi, harga rumah mahal, tekanan kerja ekstrem, hingga ketidakpastian masa depan. Reuters melaporkan bahwa pemerintah Korea Selatan bahkan terus mengeluarkan berbagai insentif untuk mendorong warganya memiliki anak, tetapi tren penurunan kelahiran masih sulit dibalikkan.

Baca Juga  Mix dan Match Outfit Valentine yang Tetap Relevan untuk Imlek

Jepang juga mengalami fenomena serupa. Jumlah kelahiran di Jepang kembali mencetak rekor terendah pada 2025 dan menjadi penurunan selama 10 tahun berturut-turut. Banyak generasi muda di Jepang kini lebih memilih fokus pada karier, kebebasan hidup, kesehatan mental, atau merasa belum siap menghadapi tanggung jawab besar sebagai orang tua.

Di Indonesia sendiri, tren childfree mulai ramai dibahas dalam beberapa tahun terakhir, terutama di TikTok, X, dan YouTube. Banyak Gen Z merasa kondisi ekonomi sekarang membuat mereka ragu memiliki anak. Harga rumah yang semakin mahal, biaya pendidikan tinggi, dan sulitnya mencari kestabilan finansial membuat sebagian orang merasa menjadi orang tua bukan keputusan yang bisa diambil secara sembarangan.

Meski begitu, fenomena childfree masih memunculkan pro dan kontra di Indonesia. Sebagian orang menganggap keputusan tidak punya anak adalah hak pribadi, sementara yang lain merasa pilihan tersebut bertentangan dengan nilai budaya dan ekspektasi keluarga. Namun satu hal yang jelas, tren ini menunjukkan bahwa cara pandang Gen Z terhadap pernikahan, keluarga, dan masa depan memang mulai berubah dibanding generasi sebelumnya.

anak childfree headline
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSiap-siap Kontainer Parkir Lama di Pelabuhan Tanjung Priok Terancam Denda Besar
Next Article Opini: Ketika Trust Ambruk dan Angka Tak Lagi Menolong

Berita Lainnya

Drama Ruang Oval: Trump Bentak Reporter hingga Klaim Iran ‘Mengemis’ ke AS

22 Juli 2026 / 00:26 WIB

Gelombang Keracunan MBG Tak Kunjung Mereda, Sampai Kapan?

21 Juli 2026 / 23:01 WIB

Setoran Bea Cukai 2026 Diproyeksikan Shortfall Rp15,4 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu

21 Juli 2026 / 18:42 WIB

Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka, Gunakan Rompi Oranye Digiring ke Mobil Tahanan KPK

21 Juli 2026 / 18:23 WIB

Presiden Prabowo Duduk Tak Sebelahan dengan Gibran Saja Jadi Masalah, Ini Jawaban Istana

21 Juli 2026 / 17:25 WIB

Luka Kedungombo di Meja Hijau: Gugatan Gelar Pahlawan Soeharto Berlanjut, Tutut Pasang Badan

21 Juli 2026 / 17:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Menlu Sugiono Tegaskan Diplomasi Indonesia Tak Boleh Kehilangan Nurani Bela Palestina

Satria Eko15 Januari 2026 / 10:42 WIB

Messi Menutup Piala Dunia 2026 dengan Luka dan Kenangan

22 Juli 2026 / 01:00 WIB

Drama Ruang Oval: Trump Bentak Reporter hingga Klaim Iran ‘Mengemis’ ke AS

22 Juli 2026 / 00:26 WIB

Pusat Data Amazon di Bahrain Jadi Sasaran Rudal Iran

22 Juli 2026 / 00:00 WIB

Gelombang Keracunan MBG Tak Kunjung Mereda, Sampai Kapan?

21 Juli 2026 / 23:01 WIB

Bupati Lombok Barat Terima Fee Rp12,4 M, Sapi Kurban hingga Mobil Alphard

21 Juli 2026 / 21:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.