Jakarta (tutur.co.id) – Salah satu pendukung Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, mengungkapkan alasan mengapa dirinya berkali-kali hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.
Pria bernama Awing ini merupakan satu dari ratusan driver Gojek yang rela meninggalkan pekerjaannya sementara untuk memberikan dukungan kepada Nadiem Makarim.
Menurutnya, dengan penuh rasa keyakinan, pendiri Gojek itu tidak bersalah dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook dan chrome device management (CDM) 2019-2022.
“Untuk masalah laptop Chromebook ini dia sepeser pun enggak dapat apa-apa. Maksudnya dalam hal ini dia mendukung untuk laptop Chrome itu digunakan, dan juga dia enggak berurusan masalah pendanaan segala macam. Dengan artian ini Pak Nadim ini istilahnya kasarnya sih kena ‘Jebakan Batman’,” kata Awing saat ditemui di Pengadilan Tipikor, Selasa 30 Juni 2026.
Dirinya juga menyayangkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umun (JPU) selama 18 tahun penjara. Hal itu dinilainya sebagai putusan yang berlebihan dan tidak masuk akal, pasalnya Nadiem menurutnya tidak melakukan korupsi, bahkan ia menyebutnya sebagai pahlawan ekonomi.
Oleh sebab itu Awing bersama ratusan driver Gojek yang hadir dari Jabodetabek memiliki keyakinan dan harapan kepada Majelis Hakim agar tidak mengabulkan tuntutan JPU, dengan begitu maka Nadiem dapat terbebas dari jeratan jeruji besi.
“Hari ini harapan saya sama temen-temen itu tuntutan bebas bersyarat,” tutupnya.

