Mexico City (Tutur.co.id) – Meksiko akan melanjutkan perjuangannya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Ekuador pada babak 32 besar di Mexico City Stadium, Rabu (1/7/2026) pukul 08.00 WIB. Berstatus sebagai juara Grup A dengan catatan sempurna, El Tri menjadi favorit untuk melangkah ke babak 16 besar.
Selain unggul dari segi performa dan organisasi permainan, pasukan Javier Aguirre juga mendapat keuntungan besar sebagai tuan rumah. Dukungan puluhan ribu suporter di Stadion Mexico City diprediksi menjadi energi tambahan yang dapat menekan mental Ekuador.
Meski Ekuador sempat membuat kejutan dengan mengalahkan Jerman pada laga terakhir fase grup, konsistensi, solidnya lini belakang, dan faktor kandang membuat Meksiko memiliki peluang lebih besar untuk melangkah lebih jauh.
Namun, Ekuador datang dengan rasa percaya diri tinggi setelah menciptakan salah satu kejutan terbesar di fase grup. Tim asuhan Sebastian Beccacece berhasil membalikkan keadaan untuk mengalahkan juara Grup E, Jerman, dengan skor 2-1 dan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Meksiko Tampil Sempurna di Fase Grup
Meksiko menjadi salah satu tim paling impresif sepanjang fase grup. Pasukan Javier Aguirre menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan sekaligus tidak sekali pun kebobolan.
El Tri membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan dalam laga yang diwarnai tiga kartu merah. Julian Quinones dan Raul Jimenez menjadi pencetak gol yang mengawali langkah meyakinkan tuan rumah.
Mereka kemudian mengalahkan Korea Selatan 1-0 sebelum menutup fase grup dengan kemenangan telak 3-0 atas Republik Ceko. Hasil tersebut membuat Meksiko mengoleksi sembilan poin sempurna dengan enam gol dan tiga clean sheet.
Performa solid di lini belakang menjadi salah satu kekuatan utama Meksiko. Selain itu, dukungan lebih dari 80 ribu suporter di Mexico City Stadium diyakini kembali menjadi senjata penting saat menghadapi Ekuador.
Javier Aguirre juga memiliki ikatan emosional dengan stadion tersebut. Ia pernah tampil sebagai pemain pada Piala Dunia 1986 dan melatih Meksiko di Piala Dunia 2002. Kini, pada periode ketiganya sebagai pelatih El Tri, Aguirre berpeluang membawa negaranya melangkah lebih jauh dari pencapaian sebelumnya.
Ekuador Bangkit dan Ciptakan Kejutan
Di sisi lain, perjalanan Ekuador menuju fase gugur berlangsung jauh lebih berliku. Mereka mengawali turnamen dengan kekalahan dramatis 0-1 dari Pantai Gading akibat gol pada menit-menit akhir.
Pada pertandingan kedua, La Tri hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Curacao meski melepaskan 27 tembakan. Hasil tersebut membuat peluang lolos mereka berada di ujung tanduk.
Namun, Ekuador menunjukkan mental luar biasa saat menghadapi Jerman pada laga terakhir fase grup. Setelah tertinggal lebih dulu melalui Leroy Sane, mereka bangkit lewat gol cepat Nilson Angulo sebelum Gonzalo Plata mencetak gol kemenangan pada menit ke-77.
Kemenangan 2-1 itu memastikan Ekuador lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik sekaligus menyamai pencapaian bersejarah mereka di Piala Dunia 2006, ketika sukses menembus fase gugur untuk pertama kalinya.
Rekor Pertemuan Berpihak kepada Meksiko
Secara statistik, Meksiko lebih unggul dalam rekor pertemuan kedua tim. Dari 28 pertandingan sebelumnya, El Tri meraih 17 kemenangan, sedangkan Ekuador hanya menang empat kali dan tujuh laga lainnya berakhir imbang.
Pertemuan terakhir kedua negara terjadi pada laga persahabatan Oktober 2025 yang berakhir imbang 1-1. Sementara satu-satunya duel mereka di ajang Piala Dunia berlangsung pada fase grup edisi 2002, ketika Meksiko menang 2-1 atas Ekuador.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Meksiko tidak memiliki masalah cedera menjelang laga ini. Raul Jimenez diperkirakan kembali menjadi starter setelah diistirahatkan pada pertandingan terakhir fase grup.
Raul Rangel tetap dipercaya mengawal gawang El Tri. Pada laga melawan Republik Ceko, ia sempat digantikan Guillermo Ochoa yang mencatat sejarah sebagai salah satu dari tiga pemain yang tampil di enam edisi Piala Dunia, bersama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Pelatih Javier Aguirre juga diperkirakan tetap mempertahankan lini belakang yang dihuni Jorge Sanchez, Cesar Montes, Johan Vasquez, dan Jesus Gallardo setelah sukses mencatat tiga clean sheet secara beruntun.
Sementara itu, Ekuador juga datang dengan kekuatan penuh. Sebastian Beccacece diperkirakan tidak akan banyak mengubah susunan pemain yang sukses mengalahkan Jerman.
Alan Franco, Joel Ordonez, Willian Pacho, dan Piero Hincapie tetap menjadi andalan di lini belakang. Di lini depan, Gonzalo Plata akan kembali mendukung Enner Valencia yang hanya membutuhkan satu gol lagi untuk mencapai 50 gol bersama tim nasional Ekuador.
Prediksi Susunan Pemain
Meksiko: Rangel; Sanchez, Montes, Vasquez, Gallardo; Lira, Romo, Gutierrez; Alvarado, Raul Jimenez, Julian Quinones.
Ekuador: Galindez; Franco, Ordonez, Pacho, Hincapie; Yeboah, Moises Caicedo, Vite, Nilson Angulo; Gonzalo Plata, Enner Valencia.
Prediksi Meksiko vs Ekuador
Melihat performa sepanjang fase grup, Meksiko layak difavoritkan untuk memenangkan pertandingan ini. Rekor sempurna, pertahanan yang belum pernah kebobolan, serta keuntungan bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri menjadi modal besar bagi El Tri.
Meski demikian, Ekuador bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Kebangkitan mereka saat menumbangkan Jerman menunjukkan bahwa La Tri memiliki mental kuat dan mampu menghukum lawan yang lengah. Kehadiran Gonzalo Plata serta ketajaman Enner Valencia juga berpotensi merepotkan lini belakang Meksiko.
Diperkirakan pertandingan akan berlangsung ketat. Namun, dengan momentum positif, dukungan publik sendiri, dan organisasi permainan yang lebih stabil, Meksiko diprediksi mampu mengamankan kemenangan dan melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Prediksi skor: Meksiko 2-1 Ekuador.

