New Jersey (Tutur.co.id) – Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 tidak hanya mengukuhkan status La Roja sebagai raja baru sepak bola dunia. Gelar tersebut juga membawa sang kapten, Rodri, masuk salah satu klub paling eksklusif dalam sejarah sepak bola.
Setelah mengangkat trofi Piala Dunia usai kemenangan 1-0 atas Argentina di final, Rodri resmi menjadi pemain ketujuh yang meraih empat penghargaan paling prestisius dalam kariernya, yakni Piala Dunia, Ballon d’Or, Liga Champions, dan gelar juara Eropa bersama tim nasional.
Pencapaian itu menempatkan gelandang Spanyol sejajar dengan sejumlah nama legendaris yang telah mengukir sejarah selama puluhan tahun.
Rodri Lengkapi Empat Gelar Bergengsi
Trofi Piala Dunia 2026 menjadi kepingan terakhir yang melengkapi koleksi prestasi Rodri. Sebelumnya, gelandang berusia 30 tahun itu telah membawa Manchester City menjuarai Liga Champions 2022/2023, mengantar Spanyol menjuarai Euro 2024, serta meraih Ballon d’Or 2024 berkat penampilan impresifnya di level klub maupun tim nasional.
Sebagai kapten, Rodri kemudian memimpin La Roja menaklukkan Argentina di final Piala Dunia 2026. Dengan pencapaian tersebut, Rodri kini resmi masuk dalam daftar pemain yang dianggap sebagai salah satu koleksi legenda terbesar dalam sejarah sepak bola.
Tujuh Pemain yang Pernah Menyapu Empat Gelar Prestisius
Hingga saat ini, hanya tujuh pemain yang mampu memenangi Piala Dunia, Ballon d’Or, Liga Champions (atau Piala Champions Eropa), serta gelar juara benua bersama tim nasional.
1. Franz Beckenbauer (Jerman Barat)
Franz Beckenbauer menjadi salah satu pionir dalam daftar ini. Legenda berjuluk Der Kaiser tersebut memenangkan Piala Dunia 1974, Piala Eropa 1972, tiga gelar Piala Champions Eropa bersama Bayern Munchen (1974, 1975, 1976), serta dua Ballon d’Or pada 1972 dan 1976. Beckenbauer juga dikenang sebagai pemain yang merevolusi peran libero modern dan menjadi salah satu bek terbaik sepanjang masa.
2. Gerd Muller (Jerman Barat)
Rekan setim Beckenbauer di Bayern Munchen dan Timnas Jerman Barat ini dikenal sebagai salah satu penyerang paling mematikan dalam sejarah. Julukan Der Bomber melekat pada Muller berkat insting mencetak golnya yang luar biasa. Ia memenangkan Piala Dunia 1974, Piala Eropa 1972, tiga gelar Piala Champions Eropa, dan Ballon d’Or 1970.
3. Zinedine Zidane (Prancis)
Zinedine Zidane mengukuhkan namanya sebagai legenda sepak bola setelah membawa Prancis juara Piala Dunia 1998, yang juga mengantarkannya meraih Ballon d’Or pada tahun yang sama. Dua tahun kemudian ia mempersembahkan Euro 2000, sebelum melengkapi koleksi trofi bergengsinya dengan memenangkan Liga Champions 2001/2002 bersama Real Madrid lewat gol voli ikoniknya ke gawang Bayer Leverkusen.
4. Rivaldo (Brasil)
Rivaldo menjadi wakil pertama Brasil dalam daftar elite ini. Ia meraih Ballon d’Or 1999, mengantar Brasil menjuarai Copa America 1999, memenangkan Piala Dunia 2002, kemudian melengkapi koleksi tersebut lewat gelar Liga Champions 2002/2003 bersama AC Milan.
5. Ronaldinho (Brasil)
Ronaldinho dikenal sebagai ikon sepak bola atraktif yang membawa era Joga Bonito ke panggung dunia. Ia memenangkan Copa America 1999, Piala Dunia 2002, Ballon d’Or 2005, serta Liga Champions 2005/2006 bersama Barcelona. Prestasinya menjadikan Ronaldinho sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern.
6. Lionel Messi (Argentina)
Nama Lionel Messi hampir selalu muncul dalam setiap daftar pemain terbaik sepanjang masa. Kapten Argentina itu melengkapi koleksi gelarnya setelah membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, menyusul keberhasilan meraih Copa America 2021 dan 2024, empat gelar Liga Champions bersama Barcelona, serta rekor delapan Ballon d’Or.
7. Rodri (Spanyol)
Nama terbaru dalam daftar eksklusif tersebut adalah Rodri. Gelandang Manchester City itu melengkapi empat trofi bergengsi setelah mengangkat Piala Dunia 2026 sebagai kapten Spanyol. Sebelumnya, ia telah memenangkan Liga Champions 2022/2023, Euro 2024, dan Ballon d’Or 2024.

