New Jersey (Tutur.co.id) – Legenda sepak bola Inggris Wayne Rooney dan Alan Shearer kompak mempertanyakan aturan FIFA setelah Kylian Mbappe keluar sebagai peraih Sepatu Emas (Golden Boot) Piala Dunia 2026, mengungguli Lionel Messi.
Menurut keduanya, gol yang dicetak dalam pertandingan perebutan tempat ketiga seharusnya tidak dihitung dalam perebutan penghargaan individu tersebut karena dinilai menciptakan ketidakadilan bagi pemain yang tampil di partai final.
Mbappe Salip Messi Berkat Laga Perebutan Tempat Ketiga
Mbappe memastikan diri menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 setelah mencetak dua gol saat Prancis dikalahkan Inggris dengan skor 6-4 pada laga perebutan tempat ketiga.
Dua gol tersebut membuat penyerang Prancis itu menutup turnamen dengan koleksi 10 gol, unggul dua gol atas Lionel Messi yang mengakhiri kompetisi dengan delapan gol. Sementara itu, Messi gagal menambah pundi-pundi gol pada final melawan Spanyol.
Menghadapi pertahanan disiplin La Roja, kapten Argentina kesulitan menciptakan peluang. Bahkan, sepanjang 120 menit pertandingan, Argentina tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran. Akibatnya, Messi harus puas mengakhiri turnamen di posisi kedua daftar top skor.
Alan Shearer: Final Jauh Lebih Sulit daripada Perebutan Tempat Ketiga
Sebelum laga final berlangsung, Alan Shearer mengkritik sistem penilaian Golden Boot yang masih memasukkan gol dari pertandingan perebutan tempat ketiga. Menurut mantan striker Timnas Inggris itu, tingkat kesulitan laga perebutan tempat ketiga jauh berbeda dibandingkan partai final.
“Saya melihat pertandingan kemarin seperti laga testimonial. Prancis sebenarnya sudah tersingkir, tetapi Mbappe tetap mencetak dua gol. Sementara Lionel Messi harus bermain di final menghadapi Spanyol, tim yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Itu jelas jauh lebih sulit,” ujar Shearer.
Wayne Rooney Nilai Messi Dirugikan
Pendapat serupa juga disampaikan Wayne Rooney. Mantan kapten Timnas Inggris itu mengaku aturan FIFA membuat Messi berada dalam posisi yang tidak adil. Rooney menilai Prancis sebenarnya sudah gagal dalam perebutan gelar juara dunia, tetapi para pemainnya tetap mendapat kesempatan menambah koleksi gol melalui laga perebutan tempat ketiga.
“Prancis sudah tersingkir dari perebutan gelar dan masih memainkan pertandingan perebutan tempat ketiga. Menurut saya, gol dari pertandingan itu seharusnya tidak dihitung. Aturan ini sangat tidak adil bagi Messi,” kata Rooney.
Andaikan Mbappe tetap finis dengan delapan gol seperti Messi, kapten Argentina itu sebenarnya berpeluang memenangkan Golden Boot karena unggul dalam jumlah assist.
Spanyol Borong Penghargaan Individu
Selain meraih gelar juara Piala Dunia 2026, Spanyol juga mendominasi penghargaan individu pada akhir turnamen. Kapten Rodri dinobatkan sebagai penerima Golden Ball atau pemain terbaik sepanjang turnamen.
Sementara itu, Unai Simon meraih Golden Glove setelah tampil impresif dan menjadi penjaga gawang terbaik Piala Dunia 2026. Dominasi La Roja semakin lengkap ketika bek muda Pau Cubarsi memenangkan penghargaan Best Young Player, mengungguli rekan setimnya yang juga berusia 19 tahun, Lamine Yamal.

