London (tutur.co.id) – Keir Starmer membuat geger setelah memutuskan mundur sebagai Perdana Menteri Inggris. Tak hanya itu, ia juga memutuskan mundur sebagai Ketua Partai Buruh. Keir Starmer memutuskan mundur dengan alasan klasik agar dapat menghabiskan waktu buat keluarganya.
“Ketika saya meninggalkan jabatan paling tinggi di negara ini, saya pastinya akan menghabiskan banyak waktu untuk pekerjaan yang paling penting, yaitu menjadi suami terbaik dari istri fantastis Vic (Victoria) yang telah begitu kuat selalu berada di samping saya dalam situasi baik dan buruk,” kata Keir Starmer kepada Downing Street.
“Saya juga ingin menjadi ayah terbaik untuk anak-anak saya yang menjadi kebanggaan dan kebahagiaan saya selama ini,” tambah Keir Starmer.
Keir Starmer lebih lanjut mengatakan bahwa dia telah sukses terjun ke dunia politik untuk mengubah hidup jutaan orang menjadi lebih baik dan sekaligus membangun Partai Buruh sejak 2020 yang dianggapnya saat itu tengah mengalami kebangkrutan moral.
“Kami telah membuktikan orang-orang itu salah. Karena kami telah mengubah partai kami. Dengan memaksa keluar racun antisemit, membangun kembali kepercayaan ekonomi, pertahanan dan keamanan nasional dan menjadi sebuah partai yang sangat membanggakan,” katanya.
Sedangkan di sektor ekonomi, Starmer juga mengaku telah berhasil membuat perekonomian Inggris menjadi lebih kuat, lebih cepat berkembag. Termasuk juga dengan paling agresif memangkas masa tunggu pelayanan kesehatan dalam 17 tahun terakhir.
Profil Keir Starmer
Keir Rodney Starmer adalah politikus dan mantan pengacara asal Britania Raya yang menjabat sebagai Perdana Menteri Britania Raya dan Pemimpin Partai Buruh sejak tahun 2024 hingga pengumuman pengunduran dirinya pada Juni 2026.
Ia berhasil membawa Partai Buruh memenangkan pemilu secara telak pada Juli 2024, mengakhiri 14 tahun kekuasaan Partai Konservatif. Namun, setelah menghadapi berbagai tekanan internal kabinet dan kritik atas kegagalan pemenuhan janji kampanye, Starmer resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada 22 Juni 2026.
Starmer lahir pada 2 September 1962 di Southwark, London. Ia mengenyam pendidikan di Universitas Leeds (Sarjana Hukum) dan Universitas Oxford (Pascasarjana Hukum). Ia juga mendapat gelar kehormatan Knight Commander of the Order of the Bath (KCB) yang membuatnya menyandang gelar “Sir”.
Starmer tumbuh di Surrey dalam keluarga kelas pekerja dengan kondisi ekonomi yang sederhana. Ibunya bekerja sebagai perawat kesehatan publik dan ayahnya adalah seorang pembuat perkakas (toolmaker). Ia menjadi anggota keluarga pertama di keluarganya yang berhasil berkuliah di universitas.
Sebelum terjun ke politik, ia memiliki karier yang sangat cemerlang di bidang hukum sebagai pengacara HAM dengan menangani berbagai kasus hak asasi manusia internasional yang prestisius. Ia sempat menjabat beberapa posisi penting dalam bidang hukum termasuk Kepala Jaksa Penuntut Umum pada 2013.
Starmer memasuki dunia politik secara formal pada usia yang relatif lambat, yaitu saat berumur 50 tahun. Dimulai sebagai Anggota Parlemen pada 2015. Lalu terpilih menjadi anggota parlemen (MP) untuk wilayah Holborn dan St Pancras.
Lalu sempat menjadi Juru Bicara Brexit pada periode 2016–2020 sebelum akhirnya terpilih sebagai Pemimpin Partai Buruh dan akhirnya dilantik menjadi Perdana Menteri Inggris pada 5 Juli 2024. Dan setelah dua tahun menjabat, ia kini memutuskan mundur.

