Jakarta (tutur.co.id) – Aksi demonstrasi mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Gedung DPR/MPR RI, diwarnai kericuhan antara mahasiswa dan pihak kepolisian.
Kericuhan tersebut berawal saat massa membakar ban dan keranda. Api berkobar dan kepulan asap dirasa mengganggu pengguna jalan sehingga polisi bertindak cepat untuk memadamkan.
Mahasiswa yang tidak terima atas tindakan tersebut melakukan protes sehingga terlibat cekcok dan aksi saling dorong antara aparat dan sebagian massa.
“Pak jangan dimatiin, polisi repesif,” teriak salah satu peserta aksi tersebut.
Pada momen itu, massa yang lainnya melemparkan botol berisi air ke arah kericuhan sehingga menyebabkan beberapa anggota kepolisian dan masa basah terkena air. Kedua pihak sempat berdialog singkat, terlihat Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Reynold P Hutagalung menemui masa dan meminta untuk tetap kondusif.
Setelah dialog singkat dan menemui kesepakatan mereka melanjutkan kembali aksinya lagi, berorasi menyampaikan tuntutannya di depan pintu utama Gedung DPR RI.
Diberitakan masa aksi dari PMII semula berencana menggelar aksi penyampaian pendapat di kawasan Patung Kuda di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada pukul 14.00 WIB.
Namun menjelang beberapa jam aksi digelar, mereka mengumumkan mengalihkan titik penyampaian aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI.
Adapun, demonstrasi hari ini merupakan awal dari seruan PMII yang telah memgumumkan demo maraton di seluruh Indonesia mulai 22 hingga 24 Juni 2026. Berbagai tuntutan disampaikan termasuk tuntutan reset Badan Gizi Nasional hingga bubarkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

