Jakarta (tutur.co.id) – Massa demo dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) membakar keranda sebagai simbol sekaligus pesan kepada pemerintah saat menggelar orasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin 22 Juni 2026.
Mereka berorasi menyampaikan tuntutan sembari membakar ban dan keranda sebelum akhirnya dipadamkan aparat kepolisian yang mengawal aksi tersebut.
“Keranda menjadi simbol bahwa demokrasi di negeri ini hanya jadi barang mati,” kata orator dari atas mobil komando.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum PB PMII Mohammad Shofiyulloh yang menyampaikan makna mendalam mengenai keranda yang terbuat dari bahan kayu.
Menurutnya keranda yang dibakar oleh massa sebagai sebuah pesan simbolis kepada pemerintah yang sudah tidak memiliki hati nurani.
“Itulah simbolis kematian hati nurani. Semoga hidup kembali,” ujarnya saat ditemui.
Lanjutnya ia menyampaikan aksi serupa akan digelar di beberapa wilayah sesuai hasil konsolidasi bersama. Ia berharap seluruh anggota PMII dapat menggelar penyampai pendapat secara damai tanpa diwarnai keributan.
“Kita menginginkan penyampaian aspirasi, baik di Jakarta ini di PB PMII yang bergabung dengan PB PMII maupun di daerah masing-masing, kondusif dan berjalan dengan baik, menyampaikan aspirasi dengan sebaik-baiknya dengan khidmat,” tutupnya.

