Bandung (tutur.co.id) – Seorang wanita berinisial YTR (29), warga asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan setelah menjadi korban penyekapan sadis dan penganiayaan berat oleh kekasihnya sendiri selama hampir tiga tahun. Akibat siksaan sadis itu, wajah YTR rusak parah dan mengalami kebutaan.
Kejadian memilukan mendapat tanggapan dari kriminolog Reza Indragiri. Menurut Reza, selain pelaku kejahatan, orang-orang di sekitarnya yang membiarkan kejadian tersebut juga dapat dipidana alias dihukum. Pasalnya, masih menurut Reza, sangat tidak mungkin peristiwa itu tidak diketahui orang di sekitarnya karena terjadi di pemukiman padat kos-kosan.
“Bagaimana mungkin tetangga tidak tahu-menahu. Orang yang membiarkan peristiwa pidana juga dapat dipidana,” kata Reza Indragiri menanggapi sebuah postingan Instagram terkait kejadian memilukan tersebut.
Terkait penyebab pelaku atau sang kekasih bernama Taufik Hidayat (TH) sampai tega melakukan tindakan biadab tersebut, Reza Indragiri menegaskan bahwa pasangan yang non menikah pada dasarnya mempunyai tingkat stres yang lebih berat.
“Jadi by default, relasi mereka sudah problematik. Pemicu pertikaian jadi banyak dan yang fisiknya lemah akan menjadi bulan-bulanan,” kata Reza.
Lebih lanjut Reza mengatakan, korban yang terpisah dari keluarga memang cenderung tidak punya faktor protektif yang fundamental dan korban biasanya punya kelemahan majemuk mulai dari fisik, psikis, dan sosial ekonomi. “Dia rentan diviktimisasi berulang akibantnya,” tambah Reza.
Dan menurut Reza, karena perilaku kekerasannya ekstrim diperlukan profiling terkait lima dimensi sang pelaku. Mulai kemungkinan dari riwayat gangguan jiwa dan penyalahgunaan narkoba, fantasi kekerasan, pola pengekspresian amarah, stabilitas pendidikan dan finansial, dan stabilitas domisili.
“Boleh jadi banyak masalah pada kelima dimensi itu,” pungkas Reza Indragiri.

