Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Industri»Celios: Diversifikasi Pasar Ekspor Jadi Kunci, IEU-CEPA hingga China Buka Peluang Baru

Celios: Diversifikasi Pasar Ekspor Jadi Kunci, IEU-CEPA hingga China Buka Peluang Baru

Industri Gusti Tetiro17 April 2026 / 15:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara. ANTARA/Uyu Septiyati Liman.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira Adhinegara menilai penguatan pasar ekspor ke negara nontradisional menjadi langkah strategis bagi Indonesia di tengah dinamika global yang kian tidak pasti.

Menurut Bhima, peluang tersebut dapat dioptimalkan melalui implementasi berbagai perjanjian dagang internasional yang telah dijalin Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

“Pemanfaatan pasar Eropa melalui IEU-CEPA dengan standar emisi yang ketat menjadi peluang seperti baja hijau hingga produk perkebunan dengan pemenuhan syarat EUDR,” ujar Bhima, seperti dilansir Antara.

Ia merujuk pada Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement yang dinilai mampu membuka akses lebih luas bagi produk berbasis keberlanjutan, terutama di pasar Uni Eropa yang semakin ketat terhadap standar lingkungan.

Selain Eropa, Bhima menyebut Indonesia juga memiliki peluang besar di pasar nontradisional lainnya, seperti Tunisia melalui Indonesia-Tunisia Preferential Trade Agreement, Amerika Latin melalui Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement, hingga Rusia melalui kerja sama dengan Eurasian Economic Union.

“Pengembangan pasar nontradisional ekspor yang paling mendesak salah satunya Amerika Tengah dan Selatan, Rusia, Tunisia, hingga Kepulauan Pasifik seperti Solomon, Fiji dan Vanuatu,” jelasnya.

Meski demikian, Bhima menilai China tetap menjadi pasar ekspor yang sangat potensial, didukung pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dan permintaan domestik yang besar.

“Pengalihan pasar ekspor sebaiknya ke China karena pertumbuhan ekonomi masih terjaga di angka 5 persen. Masih cukup solid ditopang permintaan domestik China yang besar,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan daya saing produk nasional melalui diversifikasi, khususnya pada sektor nonmigas.

“Disarankan juga lakukan diversifikasi produk nonmigas seperti modul panel surya hingga bahan baku kosmetik,” tambah Bhima.

Baca Juga  Ekonom Celios Tolak Wacana Perpu Pelebaran Defisit APBN: Menggerus Kepercayaan Investor

Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Mohammad Faisal yang menilai daya saing menjadi faktor krusial dalam mempertahankan dan memperluas pasar ekspor.

“Tentu saja faktor yang berpengaruh sekali di sini adalah biaya logistik dan bagaimana hambatan perdagangan yang diterapkan oleh pasar-pasar baru, baik itu tarif maupun nontarif,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan, pergeseran rantai pasok global akibat konflik geopolitik, termasuk ketegangan di Timur Tengah, mendorong negara-negara untuk secara simultan mengalihkan pasar ekspor ke kawasan yang lebih aman.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia dinilai perlu bergerak cepat dalam memperkuat posisi di pasar global, baik melalui perluasan tujuan ekspor maupun peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di tengah kompetisi yang semakin ketat.

China ekspor Indonesia IEU-CEPA pasar nontradisional
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKetua Ombudsman Hery Susanto Tersangka, MAKI Kritik Proses Seleksi
Next Article BEI Tegur 204 Emiten Telat Laporan Keuangan, 10 BUMN Ikut Terseret

Berita Lainnya

Kemenperin Cetak 2.369 Lulusan Vokasi Industri, Tingkat Penyerapan Kerja Capai 63,7%

17 Juli 2026 / 10:54 WIB

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB

Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade

16 Juli 2026 / 16:50 WIB

Pelindo dan Arab Saudi Jajaki Kerja Sama Pelabuhan, Bahas Investasi hingga Pelayaran Langsung

16 Juli 2026 / 15:37 WIB

Presiden Prabowo Kumpulkan DEN di Hambalang, Apa yang Dibicarakan?

14 Juli 2026 / 22:01 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan Tarif Pajak Tidak Naik, Ini Strategi Barunya

14 Juli 2026 / 12:36 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Marc Marquez Siap Comeback di MotoGP Italia 2026

Deba Salamah28 Mei 2026 / 07:00 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.