Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Periksa Bobby Rizaldy, KPK Dalami Peran Swasta Kuasai Audit BPK Muara Enim
  • Saat KPK dan Kejaksaan Sibuk Pamer Kerja Berantas Korupsi, Polri Kosong Melompong
  • Kemenperin Cetak 2.369 Lulusan Vokasi Industri, Tingkat Penyerapan Kerja Capai 63,7%
  • Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi
  • IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR
  • IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa
  • Jangan Terlambat! Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta 17 Juli 2026
  • Bayar Pajak Kendaraan Lebih Mudah, Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jabodetabek Hari Ini 17 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Industri»Kemenperin Cetak 2.369 Lulusan Vokasi Industri, Tingkat Penyerapan Kerja Capai 63,7%

Kemenperin Cetak 2.369 Lulusan Vokasi Industri, Tingkat Penyerapan Kerja Capai 63,7%

Industri Gusti Tetiro17 Juli 2026 / 10:54 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri sebagai fondasi menuju Indonesia sebagai negara industri maju. Upaya tersebut dilakukan melalui pendidikan vokasi di SMK-SMAK dan SMK-SMTI yang dirancang sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pendidikan vokasi merupakan investasi strategis untuk mencetak tenaga kerja terampil yang akan menjadi penggerak utama transformasi industri nasional, khususnya dalam mendukung agenda hilirisasi dan penguatan sektor manufaktur.

“Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi. Di sanalah para lulusan SMK-SMAK dan SMTI akan mengambil peran penting,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Mengusung tema “Bersama Mencetak SDM Industri Unggul, Berdaya Saing Global dan Berkelanjutan”, Kemenperin pada tahun ini meluluskan 2.369 siswa dari sembilan SMK binaannya yang tersebar di berbagai daerah. Sekolah-sekolah tersebut memiliki spesialisasi berbeda, mulai dari kimia industri, permesinan, otomasi industri, hingga mekatronika, yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor manufaktur di masing-masing wilayah.

Agus menilai keberhasilan program hilirisasi dan industrialisasi yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sangat bergantung pada ketersediaan SDM yang kompeten dan berintegritas.

“Keunggulan kompetensi harus dibarengi dengan kejujuran dan integritas. Hasil kerja seorang analis maupun teknisi akan dipercaya karena dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menjaga integritas berarti menjaga mutu produk Indonesia, melindungi konsumen, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global,” katanya.

Untuk memastikan lulusan siap memasuki dunia kerja, Kemenperin menyelaraskan kurikulum dengan standar kompetensi industri, memperkuat praktik kerja industri melalui sistem ganda, mengembangkan teaching factory dan kelas industri, serta memberikan sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Baca Juga  IHSG Anjlok 1,43% ke 6.807, Saham CCSI, ELPI, dan KONI Justru Melesat ARA

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi mengungkapkan kualitas lulusan sekolah vokasi Kemenperin semakin diakui oleh kalangan industri. Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 lulusan atau 63,70% dari total lulusan telah berhasil terserap bekerja di berbagai perusahaan manufaktur.

“Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kemenperin sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Doddy.

Para lulusan tersebut telah diterima bekerja di sejumlah perusahaan besar, antara lain PT Mayora Indah Tbk, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Adhi Chandra Jaya, PT Sucofindo, PT LAPI Laboratories, serta PT Alamanda Global Health.

Bagi lulusan yang masih dalam proses mencari pekerjaan, BPSDMI bersama sekolah akan memberikan pendampingan selama tiga bulan. Jika dalam enam bulan belum memperoleh pekerjaan, mereka akan difasilitasi melalui program peningkatan kompetensi dan pemagangan agar peluang penempatan kerja semakin besar.

Minat masyarakat terhadap sekolah vokasi Kemenperin juga terus meningkat. Pada tahun ajaran 2026, rasio pendaftar terhadap daya tampung mencapai 1:12,2, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1:10,7. Artinya, setiap satu kursi diperebutkan oleh sekitar 12 calon peserta didik.

Ke depan, BPSDMI akan terus memperkuat pembinaan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan vokasi guna menjaga mutu pendidikan, meningkatkan tata kelola sekolah, serta memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan industri nasional.

BPSDMI headline Kemenperin SDM industri SMK vokasi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMenkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi
Next Article Saat KPK dan Kejaksaan Sibuk Pamer Kerja Berantas Korupsi, Polri Kosong Melompong

Berita Lainnya

Saat KPK dan Kejaksaan Sibuk Pamer Kerja Berantas Korupsi, Polri Kosong Melompong

17 Juli 2026 / 11:04 WIB

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB
Form Komentar Cancel Reply

George Russell Juara Seri Perdana Formula 1 Musim 2026

Deba Salamah09 Maret 2026 / 03:00 WIB

Periksa Bobby Rizaldy, KPK Dalami Peran Swasta Kuasai Audit BPK Muara Enim

17 Juli 2026 / 11:07 WIB

Saat KPK dan Kejaksaan Sibuk Pamer Kerja Berantas Korupsi, Polri Kosong Melompong

17 Juli 2026 / 11:04 WIB

Kemenperin Cetak 2.369 Lulusan Vokasi Industri, Tingkat Penyerapan Kerja Capai 63,7%

17 Juli 2026 / 10:54 WIB

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.