Jakarta (tutur.co.id)- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Kerajaan Arab Saudi di sektor kepelabuhanan dan logistik. Peluang kolaborasi tersebut mencakup investasi infrastruktur pelabuhan, pengelolaan terminal, digitalisasi layanan, pengembangan sumber daya manusia, hingga konektivitas pelayaran langsung antara kedua negara. Pembahasan itu berlangsung saat kunjungan Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Kerajaan Arab Saudi, Saleh bin Nasser Al-Jasser, beserta delegasi ke Museum Maritim Pelindo dan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (14/7), yang disambut Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar bersama jajaran direksi dan manajemen.
Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Kerajaan Arab Saudi, Saleh bin Nasser Al-Jasser, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi delegasi Arab Saudi untuk melihat langsung pengelolaan salah satu pelabuhan utama di Indonesia sekaligus mempelajari perkembangan industri maritim nasional. “Hubungan Arab Saudi dan Indonesia telah terjalin sangat erat. Kami ingin mempelajari lebih jauh industri maritim Indonesia, khususnya pengelolaan pelabuhan ini, serta menjajaki berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Al-Jasser.
Menurut Al-Jasser, Indonesia dan Arab Saudi merupakan dua negara anggota G20 yang memiliki posisi strategis di sektor maritim dan logistik. Kedua negara juga aktif bekerja sama dalam berbagai forum internasional, termasuk International Maritime Organization (IMO), sehingga memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kolaborasi di bidang kepelabuhanan dan logistik. Ia menambahkan, delegasi Arab Saudi turut melibatkan Red Sea Gateway Terminal (RSGT), salah satu operator terminal pelabuhan di negaranya, serta perwakilan otoritas transportasi maritim untuk mendalami peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti bersama Pelindo.
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Arab Saudi memiliki fondasi yang kuat untuk dikembangkan menjadi kemitraan strategis di sektor maritim. “Kami menyambut baik kunjungan delegasi Arab Saudi sebagai langkah untuk memperkuat kolaborasi di sektor kepelabuhanan dan logistik. Pelindo siap menjadi mitra strategis dalam mendukung konektivitas perdagangan kedua negara melalui pengembangan layanan pelabuhan yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing,” ujar Achmad.
Achmad menjelaskan, Pelindo terus menjalankan transformasi melalui integrasi operasional, digitalisasi layanan, serta pengembangan infrastruktur berstandar internasional. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi logistik nasional sekaligus memperkuat daya saing pelabuhan Indonesia di tingkat global. “Kami juga terbuka terhadap peluang kerja sama dalam pengembangan konektivitas pelayaran langsung dan investasi di sejumlah pelabuhan strategis yang dikelola Pelindo. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok serta mendukung peningkatan arus perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi,” tambahnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Kerajaan Arab Saudi beserta delegasi juga meninjau ruang Planning and Control (P&C) Pelabuhan Tanjung Priok. Fasilitas tersebut digunakan untuk memantau perencanaan dan pengendalian operasional pelabuhan, termasuk optimalisasi jadwal sandar kapal secara real time sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi layanan.
Melalui kunjungan ini, Pelindo berharap penjajakan yang telah dilakukan dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret untuk memperkuat sistem logistik, mendorong investasi, serta meningkatkan konektivitas dan perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi.

