Aceh (tutur.co.id) – Pemerintah Indonesia dibantu Pemerintah Uni Emirat Arab lewat Zayed Foundation telah menyalurkan bantuan kepada Jemaah Haji yang terlilit hutang paskabencana. Yang terbaru bantuan ini menyasar empat jemaah haji asal Kabupaten Pidie Jaya yang baru kembali dari Tanah Suci.
Zayed Foundation sendiri terafiliasi dengan Zayed Charitable and Humanitarian Foundation yang merupakan lembaga nirlaba dan kemanusiaan asal Uni Emirat Arab (UEA) yang didirikan untuk meneruskan warisan kemanusiaan Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, bapak pendiri UEA.
Lembaga ini berfokus pada penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa memandang ras, gender, maupun agama. Di Indonesia dan dunia, yayasan ini aktif dalam berbagai program salah satunya bantuan jemaah haji berkolaborasi dengan Kementerian Haji RI.
Lembaga ini juga terlibat dalam pemberdayaan Ekonomi dan Pertanian di Indonesia, seperti di daerah Kendal dimana yayasan ini memberikan pendampingan dan pelatihan bagi petani untuk mengembangkan komoditas lokal agar dapat menembus pasar ekspor.
Juga terlibat dalam bantuan sosial dan kesehatan dengan mendukung sektor kesehatan, pendidikan, dan penyediaan paket bantuan sosial (seperti paket berbuka puasa) di berbagai negara.J
Bantuan Jemaah Haji Terlilit Utang
Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyerahkan bantuan kepada empat jemaah asal Kabupaten Pidie Jaya yang baru kembali dari Tanah Suci. Keempatnya merupakan bagian dari 32 jemaah haji asal Aceh yang menerima bantuan melalui program tersebut. Sebagian besar penerima bantuan merupakan jemaah yang terlilit utang setelah terdampak banjir beberapa waktu lalu.
Keterbatasan ekonomi akibat musibah membuat sebagian dari mereka harus meminjam dana untuk melunasi biaya perjalanan ibadah haji maupun memenuhi kebutuhan selama berada di Tanah Suci. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka, termasuk membantu menyelesaikan utang yang digunakan untuk menunaikan ibadah haji.
Menurut Dahnil, perhatian pemerintah terhadap jemaah Aceh berangkat dari semangat masyarakat yang tetap memenuhi panggilan Allah SWT meski sedang menghadapi cobaan.
“Saat Aceh dilanda musibah, pemerintah memberikan relaksasi pelunasan biaya haji. Namun justru Aceh menjadi salah satu provinsi yang paling cepat menyelesaikan pelunasannya. Semangat itu menjadi perhatian Bapak Presiden Prabowo,” ujar Dahnil.
Program bantuan ini disalurkan kepada penerima manfaat yang telah ditetapkan melalui proses pendataan dan verifikasi. Di Provinsi Aceh, sebanyak 32 jemaah haji menerima bantuan yang berasal dari sejumlah daerah terdampak bencana, di antaranya Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Utara.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Haji untuk memastikan pelayanan kepada jemaah tidak berhenti setelah rangkaian ibadah di Tanah Suci selesai. Lebih dari itu, negara terus berupaya hadir mendampingi jemaah, terutama mereka yang menghadapi kondisi sulit akibat musibah, sehingga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang bersama keluarga dan meraih kemabruran dalam ibadahnya.

