Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Swasembada Beras, Komisi IV Ingatkan Stabilitas Produksi dan Kesejahteraan Petani

Swasembada Beras, Komisi IV Ingatkan Stabilitas Produksi dan Kesejahteraan Petani

Makro Alpin Pulungan13 Januari 2026 / 14:24 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Petani menuangkan hasil panen padi di kawasan persawahan Desa Niaso, Muaro Jambi, Jambi, Selasa (12/11/2024). (Foto: Tutur/Antara)
Petani menuangkan hasil panen padi di kawasan persawahan Desa Niaso, Muaro Jambi, Jambi, Selasa (12/11/2024). (Foto: Tutur/Antara)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Tahun 2025 dicatat sebagai momen penting bagi sektor pangan nasional. Indonesia tidak mengimpor beras dan bahkan mencatat surplus produksi. Di atas kertas, capaian ini terlihat meyakinkan. Namun di balik angka yang tampak menenangkan itu, DPR mengingatkan agar euforia tidak membuat pemerintah lengah.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Rina Saadah, menyebut keberhasilan swasembada beras patut diapresiasi. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa ketahanan pangan bukan perkara satu musim panen, melainkan soal menjaga kesinambungan produksi dan memastikan petani benar-benar merasakan manfaatnya.

“Capaian ini tentu patut diapresiasi. Indonesia tidak melakukan impor pada 2025. Namun, ketahanan pangan tidak bisa dilihat hanya dalam satu tahun. Kita harus memastikan produksi ini stabil menghadapi tantangan krisis iklim dan serangan hama di masa depan,” ujar Rina Saadah dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Data produksi memang menunjukkan ruang napas yang cukup lega. Produksi beras nasional tercatat mencapai 34,71 juta ton, sementara kebutuhan nasional berada di kisaran 31,19 juta ton. Selisihnya menghasilkan surplus sekitar 3,5 juta ton, angka yang kerap disebut sebagai modal kuat bagi ketahanan pangan nasional.

Namun bagi Rina, angka produksi yang tinggi belum tentu mencerminkan kondisi petani di lapangan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada harus diikuti dengan jaminan kesejahteraan bagi petani, terutama melalui stabilitas harga gabah dan penyerapan hasil panen yang optimal.

Ia menyoroti praktik di lapangan yang kerap membuat petani berada di posisi lemah. Saat panen raya, harga gabah bisa tertekan, sementara distribusi dan penyerapan belum selalu berjalan merata. Dalam kondisi seperti itu, surplus justru bisa menjadi beban jika tidak dikelola dengan benar.

Baca Juga  Celios: Diversifikasi Pasar Ekspor Jadi Kunci, IEU-CEPA hingga China Buka Peluang Baru

Wacana ekspor beras yang mencuat seiring surplus juga mendapat catatan khusus. Rina meminta pemerintah tidak tergesa-gesa membuka keran ekspor tanpa memastikan cadangan pangan nasional benar-benar aman dan petani tidak dirugikan.

“Jika ekspor dilakukan, pastikan petani mendapatkan harga yang lebih baik dan menguntungkan, bukan hanya pedagang (trader). Jangan sampai semangat ekspor justru mengorbankan kepentingan petani dan ketahanan pangan dalam negeri,” tegasnya.

Dalam berbagai kunjungan ke daerah pemilihan, Rina juga mencatat persoalan klasik yang terus berulang. Infrastruktur pertanian, khususnya jalan usaha tani, masih menjadi kendala serius yang berdampak langsung pada biaya operasional petani. Akses yang buruk membuat ongkos produksi membengkak dan menekan margin keuntungan petani.

Selain infrastruktur, ia mengkritisi pola distribusi alat dan mesin pertanian yang dinilai belum sensitif terhadap kondisi wilayah. Menurutnya, pendekatan seragam justru berpotensi membuat bantuan tidak efektif di lapangan.

“Indonesia sangat beragam. Lahan di Jawa Barat berbeda dengan wilayah lain, sehingga jenis alsintan tidak bisa disamaratakan. Pendekatannya tidak boleh satu model untuk semua wilayah,” jelas Rina.

Rina menegaskan bahwa peran pengawasan DPR tidak berhenti pada pencapaian target produksi. Komisi IV, kata dia, akan terus mengawal kebijakan dan anggaran pertanian agar benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi petani.

kesejahteraan petani ketahanan pangan Komisi IV DPR produksi beras Swasembada Beras
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLIVE: Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang
Next Article Real Madrid Pecat Xabi Alonso

Berita Lainnya

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB

Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade

16 Juli 2026 / 16:50 WIB

Presiden Prabowo Kumpulkan DEN di Hambalang, Apa yang Dibicarakan?

14 Juli 2026 / 22:01 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan Tarif Pajak Tidak Naik, Ini Strategi Barunya

14 Juli 2026 / 12:36 WIB

Imbas Manis Coretax: Setoran Pajak Melejit, Kepatuhan SPT Tinggi

13 Juli 2026 / 13:32 WIB

Mirae Asset Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,8%, Ini Penyebabnya

10 Juli 2026 / 10:50 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Pemerintah Dorong Pemanfaatan AI yang Aman bagi Anak, SKB Tujuh Menteri Jadi Pedoman

Gusti Tetiro13 Maret 2026 / 13:28 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.