Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Akhirnya Jampidsus Muncul Usai Dikaitkan Penggeledahan Kortastipidkor
  • Mirae Asset Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,8%, Ini Penyebabnya
  • Korupsi BUMN: Reaksi Istana Usai Polri Satset Geledah 13 Lokasi
  • Rachmat Gobel ‘Panasonic’ Tutup Usia, Berikut Profilnya
  • Jadwal Samsat Keliling Jabodetabek 10 Juli 2026, Catat Lokasi dan Persyaratannya
  • Catat! Layanan SIM Keliling Jakarta Jumat 10 Juli 2026 Tersedia di Lima Titik
  • BEI: 327 Emiten Belum Penuhi Free Float 15%, Target 50 IPO 2026 Masih Dievaluasi
  • Spanyol vs Belgia: La Roja Berdiri di Atas Sejarah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Mirae Asset Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,8%, Ini Penyebabnya

Mirae Asset Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,8%, Ini Penyebabnya

Makro Gusti Tetiro10 Juli 2026 / 10:50 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Prabowo Subianto rapat terbatas dengan Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) serta sejumlah menteri terkait di Jakarta. (Foto: HO-BPMI Sekretariat Presiden)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Mirae Asset Sekuritas Indonesia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 4,8%, lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 5,0% dan di bawah target pemerintah yang mencapai 5,4%. Perlambatan permintaan domestik, ketidakpastian ekonomi global, serta kebijakan moneter yang semakin ketat menjadi alasan utama di balik revisi tersebut.

Kepala Ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2027 juga diturunkan menjadi 4,9% dari sebelumnya 5,1%.

“Kami merevisi turun proyeksi pertumbuhan PDB menjadi 4,8% pada 2026 dan 4,9% pada 2027. Revisi ini mencerminkan melemahnya permintaan domestik, lingkungan eksternal yang semakin kurang mendukung, serta kondisi keuangan yang lebih ketat,” kata Rully dalam laporan Macro Outlook: Macroeconomic Outlook Revision – Tight Rates Without Clear Macro Anchor yang dikutip Kamis (9/7/2026).

Revisi tersebut muncul di tengah perubahan lanskap ekonomi global. Jika sebelumnya pasar memperkirakan bank sentral utama dunia mulai memasuki siklus pelonggaran moneter, kini arah kebijakan justru berbalik. Mirae Asset memperkirakan Federal Reserve masih akan menaikkan Fed Funds Rate sebanyak dua kali, masing-masing 25 basis poin pada September dan Desember 2026, sebagai respons terhadap kembali meningkatnya tekanan inflasi.

Selain mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer), The Fed juga diperkirakan terus melanjutkan normalisasi neraca atau balance sheet, yang akan menyerap likuiditas dolar AS dari pasar keuangan global.

Menurut Rully, kombinasi suku bunga tinggi dan pengetatan likuiditas global akan mempersempit aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Dampaknya, nilai tukar rupiah diperkirakan tetap berada di bawah tekanan, sementara pertumbuhan ekonomi global cenderung melambat.

Di dalam negeri, Bank Indonesia dinilai menghadapi dilema yang semakin kompleks. Di satu sisi, bank sentral perlu menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan moneter yang ketat. Namun di sisi lain, aktivitas ekonomi domestik mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Baca Juga  Harga Emas Antam Berpotensi Tembus Rp2,92 Juta, Sentimen Geopolitik Jadi Penggerak Utama

Rully mencatat kenaikan suku bunga acuan BI hingga 100 basis poin dalam beberapa waktu terakhir belum mampu mendorong penguatan rupiah secara signifikan.

“Dengan nilai tukar yang masih kesulitan menguat, ruang bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut semakin terbatas, tepat ketika berbagai indikator domestik mulai menunjukkan perlambatan ekonomi yang lebih nyata,” ujarnya.

Tekanan juga datang dari memburuknya ruang kebijakan makro. Munculnya defisit kembar (twin deficits), baik pada fiskal maupun neraca eksternal, dinilai mempersempit peluang pemerintah memberikan stimulus yang lebih agresif. Di saat bersamaan, pelemahan konsumsi rumah tangga dan investasi membuat daya tahan ekonomi terhadap pengetatan moneter semakin berkurang.

Mirae Asset juga menyoroti pentingnya koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia. Menurut Rully, langkah BI menjaga stabilitas rupiah melalui kenaikan suku bunga dan intervensi pasar belum sepenuhnya diimbangi sinyal kebijakan fiskal yang mampu meningkatkan kepercayaan investor.

“Belum adanya koordinasi yang kuat dan kredibel antara kebijakan moneter dan fiskal membuat investor masih meragukan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi secara keseluruhan. Akibatnya, premi risiko tetap tinggi dan sentimen pasar masih cenderung berhati-hati,” katanya.

Sebagai perbandingan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada triwulan I-2026. Pada periode tersebut, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.187,2 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat Rp3.447,7 triliun.

Fed Funds Rate. headline Mirae Asset Sekuritas PDB Indonesia pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKorupsi BUMN: Reaksi Istana Usai Polri Satset Geledah 13 Lokasi
Next Article Akhirnya Jampidsus Muncul Usai Dikaitkan Penggeledahan Kortastipidkor

Berita Lainnya

Akhirnya Jampidsus Muncul Usai Dikaitkan Penggeledahan Kortastipidkor

10 Juli 2026 / 11:39 WIB

Korupsi BUMN: Reaksi Istana Usai Polri Satset Geledah 13 Lokasi

10 Juli 2026 / 10:42 WIB

Rachmat Gobel ‘Panasonic’ Tutup Usia, Berikut Profilnya

10 Juli 2026 / 09:55 WIB

BEI: 327 Emiten Belum Penuhi Free Float 15%, Target 50 IPO 2026 Masih Dievaluasi

10 Juli 2026 / 08:39 WIB

Spanyol vs Belgia: La Roja Berdiri di Atas Sejarah

10 Juli 2026 / 08:00 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Sideways, Simak Rekomendasi Saham AKRA, ESSA, MEDC, dan DEWA

10 Juli 2026 / 07:30 WIB
Form Komentar Cancel Reply

ART RI–AS Dinilai Asimetris, INDEF Soroti Tarif 19 Persen hingga Isu Kedaulatan Data

Gusti Tetiro21 Februari 2026 / 22:58 WIB

Akhirnya Jampidsus Muncul Usai Dikaitkan Penggeledahan Kortastipidkor

10 Juli 2026 / 11:39 WIB

Mirae Asset Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,8%, Ini Penyebabnya

10 Juli 2026 / 10:50 WIB

Korupsi BUMN: Reaksi Istana Usai Polri Satset Geledah 13 Lokasi

10 Juli 2026 / 10:42 WIB

Rachmat Gobel ‘Panasonic’ Tutup Usia, Berikut Profilnya

10 Juli 2026 / 09:55 WIB

Jadwal Samsat Keliling Jabodetabek 10 Juli 2026, Catat Lokasi dan Persyaratannya

10 Juli 2026 / 09:14 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.