Madrid (tutur.co.id) – Real Madrid memecat Xabi Alonso sebagai pelatih setelah Los Blancos kalah lawan musuh bebuyutan, Barcelona dalam final Piala Super Spanyol di Jeddah, Arab.
“Real Madrid mengumumkan Xabi Alonso tidak lagi menjadi pelatih tim utama. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak klub dan sang pelatih,” tulis Madrid dalam situsnya, Selasa (13/1/2026).
“Klub menegaskan Alonso akan selalu mendapat tempat istimewa di hati Madridista, mengingat statusnya sebagai legenda Los Blancos yang senantiasa merepresentasikan nilai-nilai klub. Real Madrid akan selalu menjadi rumah baginya,” tambah Madrid.
Alonso melatih Madrid sejak 1 Juni 2025 setelah sukses menukangi Bayer Leverkusen, dengan gelar ganda domestik pada musim 2023/2024 dan membawa tim Jerman itu ke final Liga Europa.
Sebenarnya prestasi Alonso bersama Madrid tidak terlalu buruk. Pelatih asal Spanyol tersebut sukses membawa Madrid ke semifinal Piala Dunia Antarklub 2025.
Alonso juga memenangkan 13 dari 14 pertandingan berikutnya. Namun, catatan bagus Alonso tercoreng oleh hasil derbi Madrid melawan Atletico pada September 2025. Madrid kalah telah 2-5 dari Atletico.
Kekalahan 0-1 dari Liverpool di ajang Liga Champions pada 4 November 2025 memulai rentetan kekalahan Madrid. Tim kebanggan warga ibu kota Spanyol itu hanya menghasilkan dua kemenangan dalam delapan pertandingan.
Meskipun Alonso bangkit kembali dengan memenangkan lima pertandingan berturut-turut, peningkatan tersebut belum cukup meyakinkan manajemen Madrid bahwa dia harus dipertahankan.

