Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»Soal Mens Rea Pandji, Rizieq: Cari Duit Jangan Olok-olok Agama

Soal Mens Rea Pandji, Rizieq: Cari Duit Jangan Olok-olok Agama

Politik Alpin Pulungan13 Januari 2026 / 21:50 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Habib Rizieq Shihab menyampaikan pernyataannya terkait materi komedi tunggal Pandji Pragiwaksono berjudul Mens Rea dalam tayangan yang disiarkan melalui kanal YouTube Islamic Brotherhood Television, Selasa 13 Januari 2025.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Ketegangan lama antara panggung komedi dan batas-batas nilai religius kembali naik ke permukaan. Kali ini yang terseret adalah komika Pandji Pragiwaksono lewat materi komedi tunggalnya berjudul Mens Rea yang tayang di Netflix. Dari sisi lain, pentolan Front Persaudaraan Islam Habib Rizieq Shihab muncul dengan keberatan keras dan menyebut materi tersebut telah menyinggung agama Islam.

Keberatan itu disampaikan Habib Rizieq lewat tayangan video di kanal YouTube Islamic Brotherhood Television pada Selasa 13 Januari 2025. Dalam video tersebut, ia menyoroti bagian materi Mens Rea yang menurutnya menyentuh praktik ibadah salat. Bagi Habib Rizieq, bagian inilah yang menjadi titik masalah dan memicu tudingan penistaan.

FPI lalu merinci bagian-bagian materi Pandji yang dianggap bermasalah. Salah satunya narasi yang mempertanyakan relevansi memilih pemimpin berdasarkan ketaatan beribadah, khususnya salat. Selain itu, candaan Pandji yang menggunakan analogi salat safar dan perapihan saf ketika pesawat mengalami turbulensi dinilai melecehkan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Di titik inilah garis batas mulai ditarik. Habib Rizieq menegaskan bahwa ia tidak menutup mata terhadap kritik politik yang selama ini kerap disampaikan Pandji lewat komedinya. Kritik terhadap presiden, menteri, hingga pejabat negara, menurutnya, adalah hal wajar dalam demokrasi. Namun, baginya, wilayah agama memiliki batas yang tidak bisa disamakan dengan urusan kekuasaan.

Ia mengawali tanggapannya dengan mengingatkan para komedian agar tetap berada di koridor profesinya. Lawakan, menurutnya, tidak semestinya bercampur dengan fatwa atau penafsiran agama, terlebih jika yang menyampaikan tidak memiliki kapasitas keilmuan di bidang tersebut.

“Si pelawak ini ngomong soal salat, netizen banyak bela dia. Hati-hati kalau mau cari duit dari lawakanmu. Cari duitlah dari lawakanmu. Kau mau jadi komedian, ya komedianlah, tapi enggak usah bawa-bawa agama. Enggak usah pakai kasih fatwa. Kau bukan ulama, ustaz juga bukan,” kata Habib Rizieq dalam video tersebut.

Baca Juga  Diperiksa di Polda Metro Jaya, Pandji Pragiwaksono Dicecar 63 Pertanyaan

Pernyataan itu membuat posisi Habib Rizieq terlihat tidak sesederhana sekadar menolak kritik. Ia justru secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap kebebasan berpendapat, termasuk kritik terhadap penguasa. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kebebasan itu berubah menjadi masalah ketika menyentuh hal-hal yang dianggap sakral.

“Silakan kalau kau mau kritik presiden, pejabat. Bahkan mengkritik ulama kalau memang ulama itu salah, kritik. Tapi jangan pernah sekali-kali menistakan agama,” ujar Habib Rizieq.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam fanatisme buta. Menurutnya, keberpihakan pada kritik politik tidak seharusnya membuat seseorang menutup mata ketika ada bagian lain yang dinilai menghina agama.

“Jangan membabi buta membela orang hanya karena ‘Oh bagus nih dia kritik presiden. Bagus dia kritik menteri, saya bela dia.’ Tapi bagian dia menghina agama, diam,” jelas Habib Rizieq.

Habib Rizieq menegaskan materi Mens Rea telah melampaui batas karena menyentuh praktik ibadah. Pernyataan keberatan tersebut disiarkan secara terbuka dan diikuti tuntutan agar Pandji menyampaikan permintaan maaf serta agar Netflix mengambil langkah konkret.

Meski demikian, Habib Rizieq mengatakan masih membuka pintu maaf jika materi tersebut disampaikan tanpa niat menista. Ia meminta Pandji segera bertobat dan meminta maaf kepada umat Islam di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak memusuhi profesi komedian maupun sikap kritis Pandji terhadap pemerintah.

“Kalau dia tak sengaja, segera bertobat. Mohon ampun kepada Allah. Jangan diulangi lagi. Teruskan lawakanmu, kritikmu, saya mendukung. Tapi jangan sekali-kali melakukan penistaan agama,” katanya.

Tuntutan tidak hanya diarahkan kepada Pandji. Habib Rizieq juga meminta Netflix sebagai platform penayang untuk bertanggung jawab atas konten yang disiarkan. Menurutnya, tayangan yang ditonton jutaan orang memiliki dampak luas dan harus disikapi dengan kehati-hatian.

Baca Juga  Jokowi Hadiri Kirab Budaya PSI di Tegal

“Juga Netflix, hapus bagian yang menghina salat. Rekamannya ada di Netflix, ditonton jutaan orang. Jadi wajib cabut atau hapus bagian menistakan agama,” kata Habib Rizieq.

Polemik ini kembali menegaskan tarik-menarik antara kebebasan berekspresi dan batas sensitivitas agama. Di satu sisi, komedi dipandang sebagai ruang kritik dan satire. Di sisi lain, ada tuntutan agar wilayah keimanan tidak dijadikan bahan olok-olok. Perdebatan itu kini kembali mengemuka, meninggalkan pertanyaan lama yang belum sepenuhnya selesai dijawab.

Habib Rizieq Mens Rea Netflix Indonesia Pandji Pragiwaksono polemik komedi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRibuan Rumah Nakes Rusak Pasca Banjir, Layanan Kesehatan di Sumatra Terancam Pincang
Next Article Manfaatkan Periode Tindakan Korektif IRMA, Harita Nickel Perkuat Tata Kelola dan Keberlanjutan

Berita Lainnya

Jalan Terjal RUU Perampasan Aset, Tuntutan Publik vs Strategi DPR

14 Juli 2026 / 13:06 WIB

Tutur PoV: Jangan Rampas Hak Rakyat Karena Politik Kita Rusak

05 Juli 2026 / 09:27 WIB

PGN Siap Manfaatkan Stranded Gas Lapangan Sengeti untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

23 Juni 2026 / 20:04 WIB

Daftar Mantan Koruptor Kembali Masuk Jadi Petinggi Partai

22 Juni 2026 / 16:42 WIB

Polemik Mantan Koruptor, Bestari Barus: Hak Personal untuk Gabung PSI

22 Juni 2026 / 14:09 WIB

Mantan Koruptor Dikabarkan Gabung PSI, Berikut Jejak Kasus Nur Alam

22 Juni 2026 / 12:50 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Bocor! Daftar Usulan Nama Pejabat Baru Kejagung yang Dikirim ke Presiden

Toto Pribadi15 Juli 2026 / 15:10 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.