Jakarta (tutur.co.id) – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merespon kabar bergabungnya mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam. Lewat juru bicaranya, Bestari Barus, PSI menegaskan bahwa Nur Alam belum bergabung dengan partai yang saat ini ‘kendalikan’ klan Joko Widodo itu.
“Saya selaku juru bicara PSI mengucapkan terima kasih atas perhatian KPK terhadap PSI. Ternyata PSI itu istimewa toh di mata KPK. Namun mungkin dalam hal ini perlu menjadi masukan bagi KPK bahwa Pak Nur Alam itu enggak pernah jadi anggota PSI,” kata Bestari dalam keterangannya, Minggu 21 Juni 2026.
Bestari menegaskan hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari Nur Alam untuk masuk sebagai kader PSI. Namun Bestari juga menegaskan, tak menutup kemungkinan bagi siapapun untuk bergabung dengan PSI, termasuk Nur Alam tentunya.
“Kalau hasrat semangat beliau untuk menjadi anggota atau pengurus, mungkin saja, itu kan hak personal. Tapi kan PSI juga sampai hari ini belum ada menerima permintaan Pak Nur Alam untuk menjadi anggota atau pengurus. Dan kita punya standar untuk itu,” kata Bestari.
Lebih lanjut Bestari menambahkan, bahwa di PSI itu ada mekanisme yang harus ditempuh bagi siapapun untuk mendapatkan keanggotan. Hal itu pula yang harus dipenuhi bagi siapapun termasuk Nur Alam maupaun anak dan istrinya yang kini mau bergabung di partai gajah tersebut.
Diberitakan sebelumnya, nama Nur Alam memang mendadak kembali ramai dibicarakan. Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara itu dikabarkan akan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Yang menjadi masalah, Nur Alam merupakan bekas napi kasus korupsi. Hal itu yang menjadi sorotan.

