Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Ribuan Rumah Nakes Rusak Pasca Banjir, Layanan Kesehatan di Sumatra Terancam Pincang

Ribuan Rumah Nakes Rusak Pasca Banjir, Layanan Kesehatan di Sumatra Terancam Pincang

Health Alpin Pulungan13 Januari 2026 / 20:20 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Lebih dari 3.200 rumah nakes rusak akibat banjir di Sumatra. Pemerintah dorong percepatan pembangunan agar layanan kesehatan pulih. Foto: Dok. Kementerian Kesehatan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Bencana di Sumatra bukan cuma merobohkan rumah warga, tapi juga mengguncang fondasi layanan kesehatan. Di balik bangunan puskesmas dan rumah sakit yang perlahan mulai berdiri lagi, ada soal lain yang tak kalah genting. Tempat tinggal para tenaga kesehatan ikut hancur, dan itu berarti pelayanan kesehatan ikut tersendat.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyadari betul persoalan ini. Dalam konferensi pers daring pada 12 Januari 2026, ia mendorong percepatan pembangunan ribuan rumah bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis yang terdampak bencana di wilayah Sumatra. Targetnya bukan sekadar membangun rumah, tetapi memastikan layanan kesehatan bisa kembali berjalan normal pascabencana.

Di bawah koordinasi pemerintah pusat, sektor kesehatan disebut terus bergerak. Fasilitas kesehatan perlahan dipulihkan, layanan darurat tetap berjalan, dan tenaga kesehatan tetap siaga. Namun di lapangan, persoalannya tidak sesederhana membuka kembali ruang perawatan atau memperbaiki gedung.

Budi menyoroti kenyataan bahwa banyak tenaga kesehatan belum bisa kembali bekerja secara optimal. Alasannya sederhana tapi krusial. Rumah mereka sendiri belum pulih.

“Bagaimana tenaga kesehatan bisa bekerja normal kalau rumahnya sendiri belum normal,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).

Ia menegaskan pemulihan layanan kesehatan tidak bisa dilepaskan dari kondisi hidup tenaga kesehatannya. Meski sebagian fasilitas kesehatan mulai berfungsi kembali, kesiapan layanan tetap sangat ditentukan oleh apakah para tenaga medis memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.

Data kerusakan kemudian dipaparkan oleh Deputi IV Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jarwansyah. BNPB telah menerima laporan dari Kementerian Kesehatan mengenai rumah tenaga kesehatan dan tenaga medis yang terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatra.

“Data rumah tenaga kesehatan dan tenaga medis terdampak dengan rincian di Aceh sebanyak 3.050 unit, di Sumatra Utara 48 unit, dan di Sumatra Barat 167 unit, dengan total 3.265 unit rumah,” kata Jarwansyah.

Baca Juga  Februari: Masa Transisi Sebelum Ritme Puasa Dimulai

Ribuan rumah itu tidak langsung dibangun begitu saja. BNPB akan melakukan verifikasi berlapis melalui tim rehabilitasi dan rekonstruksi di tingkat kabupaten dan kota. Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar penerbitan Surat Keputusan BNPB di masing-masing daerah. Untuk beberapa wilayah, seperti Aceh Tengah, proses verifikasi lapangan bahkan sudah dilakukan lebih dulu.

Soal bantuan, pemerintah membagi kerusakan rumah ke dalam tiga kategori. Rumah rusak ringan, sedang, dan berat. Skema bantuan pun berbeda sesuai tingkat kerusakan. Rumah rusak ringan mendapat bantuan stimulan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp60 juta dalam bentuk pembangunan rumah.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Daerah yang datanya sudah dinyatakan siap akan menjadi prioritas. Untuk rumah sewa, bantuan disalurkan kepada pemilik rumah, bukan penyewa.

Dari sisi pemerintah daerah dan pusat, pemulihan ini dipandang tidak boleh setengah-setengah. Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Wahyu Bintono Hari Bawono menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus menyentuh seluruh aspek kehidupan, termasuk stabilitas hidup para tenaga kesehatan.

“Pemulihan layanan kesehatan tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga memastikan tenaga kesehatan memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya.

Pemerintah menilai, tanpa rumah yang aman dan layak, tenaga kesehatan akan terus berada dalam kondisi darurat pribadi. Dan dalam situasi seperti itu, sulit berharap pelayanan kesehatan bisa pulih sepenuhnya. Karena itu, pembangunan ribuan rumah nakes dan tenaga medis ini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya memulihkan Sumatra pascabencana.

Banjir Sumatra bnpb Kementerian Kesehatan layanan kesehatan rumah nakes
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: KPK Geledah Dua Direktorat Ditjen Pajak Kemenkeu Terkait Dugaan Suap Pajak Tambang Nikel
Next Article Soal Mens Rea Pandji, Rizieq: Cari Duit Jangan Olok-olok Agama

Berita Lainnya

Resep MPASI untuk Bayi 6 Bulan ke Atas, Lengkap dengan Panduan Pemberian yang Tepat

24 Juni 2026 / 09:22 WIB

Jengkol dan Petai Mana yang Lebih Sehat? Kenali Perbedaan hingga Penyebab Bau Khasnya

23 Juni 2026 / 09:46 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dengan Bahan Sederhana, Mudah Dipraktikkan di Rumah

20 Juni 2026 / 09:22 WIB

Broken Home: Luka Keluarga yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Berdampak Panjang

19 Juni 2026 / 09:14 WIB

Leunca, Lalapan Khas Sunda yang Disukai Banyak Orang, Ternyata Kaya Nutrisi

18 Juni 2026 / 09:02 WIB

BNPB Laporkan Gelombang Bencana di Wilayah Indonesia

17 Juni 2026 / 14:28 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Dari Rekor Salah Hingga Gol Bunuh Diri Tragis, Ini 4 Fakta Belgia vs Mesir

Deba Salamah16 Juni 2026 / 10:25 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.