Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Investasi Makin Diminati, Ini 5 Tips Agar Cuan Optimal dan Risiko Tetap Terkendali
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»Rakernas PDIP Tetapkan Arah Partai Jadi Penyeimbang Pemerintahan

Rakernas PDIP Tetapkan Arah Partai Jadi Penyeimbang Pemerintahan

Politik Alpin Pulungan12 Januari 2026 / 17:26 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Rakernas PDIP menetapkan posisi partai sebagai penyeimbang pemerintahan untuk menjaga demokrasi, checks and balances, dan kepentingan rakyat. Foto: IG @pdiperjuangan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — PDIP akhirnya membuka peta sikapnya di hadapan publik. Lewat pembacaan Rekomendasi Eksternal Rakernas I Tahun 2026, partai berlambang banteng moncong putih itu menegaskan memilih berdiri sebagai kekuatan penyeimbang dalam pemerintahan nasional. Bukan di garis depan kekuasaan, tapi juga tidak sekadar jadi penonton yang bertepuk tangan dari pinggir lapangan.

Pembacaan rekomendasi itu dilakukan oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham, di Beach City International Stadium, Jakarta, Senin, 12 Januari 2026. Dari podium Rakernas, Jamaluddin menuturkan bahwa pilihan politik tersebut bukan keputusan teknis jangka pendek, melainkan sikap ideologis partai dalam membaca kondisi demokrasi Indonesia hari ini.

Menurut Jamaluddin, PDIP menilai arah demokrasi membutuhkan pengawalan serius agar tetap berjalan di jalurnya. Dalam konteks itu, posisi sebagai penyeimbang dipandang sebagai cara untuk memastikan pemerintahan tetap berpihak pada rakyat, bukan semata menguatkan kekuasaan.

“Posisi politik (PDIP) sebagai partai penyeimbang untuk mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, berkeadilan, dan berorientasi pada sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia,” kata Jamaluddin, seperti dikutip dari Antara.

Ia melanjutkan, kualitas demokrasi Indonesia saat ini tidak bisa dilepaskan dari sejauh mana mekanisme pengawasan terhadap kekuasaan dijalankan secara nyata. Tanpa kontrol yang efektif, kekuasaan berpotensi terkonsentrasi dan menjauh dari prinsip-prinsip demokrasi yang dijamin konstitusi.

Dalam kerangka itulah, PDIP menyatakan komitmennya untuk memperkuat fungsi kontrol terhadap negara. Bukan sekadar kritik di ruang publik, melainkan lewat penguatan sistem politik, hukum, dan peran masyarakat sipil agar keseimbangan kekuasaan benar-benar bekerja.

“Rakernas I Partai menegaskan bahwa peningkatan kualitas demokrasi Indonesia memerlukan pelaksanaan fungsi kontrol dan penyeimbang kekuasaan negara (checks and balances) secara kritis dan efektif melalui pelembagaan partai politik, perlakuan yang setara dan adil bagi seluruh partai politik, reformasi sistem hukum yang berkeadilan, penguatan masyarakat sipil, kebebasan pers, dan perlindungan hak setiap warga negara,” tuturnya.

Baca Juga  Kemendag Revisi Aturan E-Commerce, Platform Digital Wajib Prioritaskan UMKM dan Produk Lokal

Penegasan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa posisi penyeimbang yang diambil PDIP tidak dimaknai sebagai oposisi reaktif. Partai ini menempatkan dirinya sebagai bagian dari proses pelembagaan demokrasi, di mana setiap kebijakan negara harus bisa diuji, dikritik, dan dipertanggungjawabkan kepada publik secara terbuka.

Jamaluddin juga menyinggung pentingnya menjaga ruang kebebasan sipil sebagai fondasi demokrasi. Hak berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat disebutnya sebagai elemen yang tak bisa ditawar, terutama di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak.

PDIP memandang peran penyeimbang justru dibutuhkan agar etika politik tetap menjadi kompas dalam pengambilan keputusan negara. Kekuasaan, kata Jamaluddin, harus terus diingatkan pada batas-batas konstitusionalnya.

“Setiap langkah politik Partai haruslah menempatkan etika-moral dan kebenaran hakiki sebagai pandu, guna memastikan negara tidak melenceng dari amanat UUD NRI 1945,” ujar Jamaluddin.

Dengan sikap ini, PDIP seperti ingin mengirim pesan bahwa demokrasi bukan soal berada di dalam atau di luar pemerintahan semata. Yang lebih penting adalah memastikan kekuasaan berjalan dengan pengawasan, transparansi, dan keberpihakan pada rakyat, agar demokrasi tidak sekadar prosedural, tetapi benar-benar hidup dalam praktik bernegara.

arah politik PDIP PDIP checks and balances PDIP penyeimbang pemerintahan Rakernas PDIP
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article[LIVE] Presiden Prabowo Resmikan Kilang Minyak Terbesar RDMP Balikpapan
Next Article Video: Momen Dasco Telepon Presiden Prabowo Bikin Purbaya Kaget, TKD Aceh Tak Jadi Dipotong

Berita Lainnya

Jalan Terjal RUU Perampasan Aset, Tuntutan Publik vs Strategi DPR

14 Juli 2026 / 13:06 WIB

Tutur PoV: Jangan Rampas Hak Rakyat Karena Politik Kita Rusak

05 Juli 2026 / 09:27 WIB

PGN Siap Manfaatkan Stranded Gas Lapangan Sengeti untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

23 Juni 2026 / 20:04 WIB

Daftar Mantan Koruptor Kembali Masuk Jadi Petinggi Partai

22 Juni 2026 / 16:42 WIB

Polemik Mantan Koruptor, Bestari Barus: Hak Personal untuk Gabung PSI

22 Juni 2026 / 14:09 WIB

Mantan Koruptor Dikabarkan Gabung PSI, Berikut Jejak Kasus Nur Alam

22 Juni 2026 / 12:50 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Presiden Prabowo Tiba di Filipina Disambut Tarian dan Pasukan Jajar Kehormatan

Ahmad Nuryaman07 Mei 2026 / 21:37 WIB

Investasi Makin Diminati, Ini 5 Tips Agar Cuan Optimal dan Risiko Tetap Terkendali

19 Juli 2026 / 06:18 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.