Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Inggris Mengamuk 6 Gol Saat Mimpi Juara Dunia Sudah Berakhir
  • Jika Messi Juara Lagi, Masih Adakah Alasan Menyebut Ronaldo sebagai GOAT?
  • Spanyol vs Argentina: Duel Juara Benua Penentu Raja Dunia
  • TP PKK NTT Gandeng IAI Sambut KKN Tematik UGM, Perkuat Edukasi Penggunaan Obat hingga Tingkat Desa
  • Bek Spanyol Sebut Permainan Keras Argentina Sudah Kelewatan
  • Investasi Makin Diminati, Ini 5 Tips Agar Cuan Optimal dan Risiko Tetap Terkendali
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Investasi Makin Diminati, Ini 5 Tips Agar Cuan Optimal dan Risiko Tetap Terkendali

Investasi Makin Diminati, Ini 5 Tips Agar Cuan Optimal dan Risiko Tetap Terkendali

Finance Gusti Tetiro19 Juli 2026 / 06:18 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Seorang ibu rumah tangga sedang mengatur keuangan keluarga (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi terus meningkat seiring semakin mudahnya akses terhadap berbagai instrumen keuangan digital. Namun, di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi, investor diingatkan agar tidak hanya berorientasi pada potensi keuntungan, tetapi juga memahami risiko serta memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan.

Certified Financial Planner (CFP) Lolita Setyawati mengatakan langkah pertama sebelum berinvestasi adalah memastikan kondisi keuangan pribadi dalam keadaan sehat. Investor perlu memiliki arus kas yang positif, beban utang yang terkendali, serta dana darurat yang memadai sebelum mulai menanamkan modal.

“Idealnya dana darurat mencapai enam kali pengeluaran bulanan. Jika belum memungkinkan, minimal dua hingga tiga kali pengeluaran bulanan. Jangan gunakan dana darurat atau dana pinjaman untuk berinvestasi,” ujar Lolita dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, tujuan investasi juga harus ditetapkan sejak awal, baik untuk mempersiapkan dana pensiun, biaya pendidikan anak, membeli rumah, maupun menjaga nilai aset dari tekanan inflasi. Dengan tujuan yang jelas, investor akan lebih mudah menentukan profil risiko dan memilih instrumen investasi yang paling sesuai.

Lolita mengingatkan masyarakat agar hanya berinvestasi pada produk yang legal dan memiliki mekanisme pengelolaan yang transparan.

“Prinsipnya sederhana, yaitu legal dan logis. Investor harus memahami ke mana dana ditempatkan, bagaimana dikelola, dan dari mana potensi imbal hasil berasal. Jangan hanya tergiur return tinggi,” katanya.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa investasi harus dimulai dengan modal besar. Menurut Lolita, nominal bukanlah faktor utama. Yang terpenting adalah memulai sedini mungkin sesuai kemampuan finansial dan melakukannya secara konsisten agar manfaat compounding atau bunga berbunga dapat memberikan hasil optimal dalam jangka panjang.

Baca Juga  Tak Hanya Kirim Rudal ke Teheran, Israel Juga Kirim Serangan Siber

 

Investasi Tak Sekadar Mengejar Keuntungan

Lebih lanjut, Lolita menegaskan investasi yang baik bukanlah investasi dengan imbal hasil tertinggi dalam waktu singkat, melainkan investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan, kemampuan finansial, dan profil risiko masing-masing investor. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif untuk membantu mencapai target keuangan jangka panjang sekaligus mengurangi risiko kerugian.

Sementara itu, Chief Funding Officer Amartha, Julie Fauzie, mengatakan tren investasi saat ini mulai bergeser. Selain mengejar keuntungan finansial, semakin banyak investor yang mempertimbangkan dampak sosial dari dana yang mereka investasikan.

Menurut Julie, investasi yang disalurkan ke sektor riil, seperti pembiayaan produktif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dapat menjadi alternatif menarik karena berpotensi memberikan imbal hasil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

“Investasi yang disalurkan ke sektor riil, seperti pembiayaan produktif UMKM, dapat menjadi alternatif karena selain berpotensi memberikan imbal hasil, juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” ujarnya.

 

Lima Tips Investasi yang Bijak

Bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi, terdapat beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan agar keputusan investasi lebih terarah dan risiko dapat dikelola dengan baik.

Pastikan kondisi keuangan sehat dengan memiliki dana darurat dan tidak menggunakan dana pinjaman untuk berinvestasi.
Tetapkan tujuan investasi dan kenali profil risiko sebelum memilih instrumen.
Pilih produk investasi yang legal, transparan, dan memiliki sumber imbal hasil yang jelas.
Mulailah dari nominal yang sesuai kemampuan, lalu lakukan investasi secara rutin untuk memaksimalkan efek compounding.
Pertimbangkan investasi yang tidak hanya memberikan potensi keuntungan, tetapi juga mendukung sektor produktif dan pertumbuhan ekonomi.

Dengan disiplin, konsistensi, dan pemahaman yang baik terhadap risiko, investasi dapat menjadi salah satu cara efektif untuk membangun kekayaan sekaligus mencapai berbagai tujuan keuangan di masa depan.

Baca Juga  Tekanan Global Meningkat, OJK Sebut Sektor Keuangan Indonesia Masih Tangguh
dana darurat headline Investasi tips investasi UMKM
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
Next Article Bek Spanyol Sebut Permainan Keras Argentina Sudah Kelewatan

Berita Lainnya

Spanyol vs Argentina: Duel Juara Benua Penentu Raja Dunia

19 Juli 2026 / 08:00 WIB

TP PKK NTT Gandeng IAI Sambut KKN Tematik UGM, Perkuat Edukasi Penggunaan Obat hingga Tingkat Desa

19 Juli 2026 / 07:18 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Latihan Perdana Untuk Piala Dunia 2026, Jerman Tanpa Manuel Neuer dan Kai Havertz

Kristo Suryokusumo29 Mei 2026 / 18:00 WIB

Inggris Mengamuk 6 Gol Saat Mimpi Juara Dunia Sudah Berakhir

19 Juli 2026 / 10:08 WIB

Jika Messi Juara Lagi, Masih Adakah Alasan Menyebut Ronaldo sebagai GOAT?

19 Juli 2026 / 09:30 WIB

Spanyol vs Argentina: Duel Juara Benua Penentu Raja Dunia

19 Juli 2026 / 08:00 WIB

TP PKK NTT Gandeng IAI Sambut KKN Tematik UGM, Perkuat Edukasi Penggunaan Obat hingga Tingkat Desa

19 Juli 2026 / 07:18 WIB

Bek Spanyol Sebut Permainan Keras Argentina Sudah Kelewatan

19 Juli 2026 / 07:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.