New Jersey (Tutur.co.id) – Argentina mencatat rekor yang tidak diinginkan pada final Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spanyol di Stadion New York, Amerika Serikat, Senin (21/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Menurut data Opta, Argentina menjadi tim pertama dalam sejarah final Piala Dunia yang gagal melepaskan satu pun tembakan selama 90 menit waktu normal.
La Albiceleste baru mencatat percobaan pertama pada menit ke-117, saat pertandingan telah memasuki babak perpanjangan waktu. Catatan tersebut menggambarkan betapa solidnya pertahanan Spanyol sepanjang laga.
Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 akhirnya memastikan La Roja keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 sekaligus meraih gelar dunia kedua dalam sejarah mereka.
Spanyol Mendominasi, Argentina Sulit Berkembang
Sejak awal pertandingan, Spanyol tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Argentina.
Meski peluang-peluang yang diciptakan La Roja tidak selalu berbahaya, tim asuhan Luis de la Fuente mampu mengontrol jalannya pertandingan dan membuat Argentina kesulitan mengembangkan permainan.
Di sisi lain, Argentina tampil jauh dari performa terbaiknya. Tim asuhan Lionel Scaloni hampir tidak mampu memberikan ancaman berarti ke gawang Unai Simon. Bahkan, hingga waktu normal berakhir, mereka gagal mencatatkan satu pun percobaan tembakan.
Situasi Argentina semakin sulit setelah Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua. Bermain dengan 10 orang membuat mereka semakin kesulitan mengejar ketertinggalan pada babak tambahan.
Statistik Final yang Menggambarkan Dominasi Spanyol
Minimnya ancaman Argentina tercermin dari statistik pertandingan. Sepanjang laga, La Albiceleste hanya mampu melepaskan dua tembakan, tanpa satu pun yang mengarah ke gawang.
Mereka juga hanya mencatatkan delapan sentuhan di dalam kotak penalti lawan dan gagal menciptakan satu pun peluang emas (big chance).
Statistik Argentina di final Piala Dunia 2026:
- Tembakan: 2
- Tembakan tepat sasaran: 0
- Sentuhan di kotak penalti lawan: 8
- Peluang emas: 0
Kekalahan Tak Hapus Era Emas Lionel Scaloni
Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia, pencapaian Lionel Scaloni bersama Argentina tetap layak mendapat apresiasi. Di bawah kepemimpinannya, Argentina berhasil menjuarai Copa America 2021, Copa America 2024, serta Piala Dunia 2022, sebelum kembali mencapai final pada edisi 2026.
Rangkaian prestasi tersebut menjadikan era Scaloni sebagai salah satu periode paling sukses dalam sejarah sepak bola internasional.
Kapten Lionel Messi juga patut dikenang sebagai sosok yang membawa Argentina kembali ke puncak dunia. Final Piala Dunia 2026 bahkan diyakini menjadi pertandingan terakhirnya bersama tim nasional.
Lamine Yamal Jadi Simbol Masa Depan Spanyol
Keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2026 semakin menegaskan status Spanyol sebagai kekuatan baru sepak bola dunia. Salah satu sosok yang paling mencuri perhatian sepanjang turnamen adalah Lamine Yamal.
Meski datang ke Piala Dunia dengan kondisi belum sepenuhnya pulih akibat cedera hamstring, pemain yang baru berusia 19 tahun itu tampil luar biasa dan menjadi motor serangan La Roja hingga mengangkat trofi dunia.
Penampilan impresif Yamal membuat banyak pihak meyakini Spanyol memiliki masa depan yang sangat cerah. Dengan skuad yang masih didominasi pemain muda berkualitas, La Roja diprediksi tetap menjadi kandidat terkuat untuk mempertahankan dominasinya pada turnamen besar berikutnya, termasuk Euro 2028.
Keberhasilan di Piala Dunia 2026 sekaligus menjadi sinyal bahwa negara-negara kuat seperti Inggris, Prancis, dan rival-rival Eropa lainnya akan menghadapi tantangan besar untuk menghentikan laju Spanyol dalam beberapa tahun ke depan.

