New York (Tutur.co.id) – Timnas Brasil dan Maroko harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Minggu (14/6/2026).
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Maroko sempat unggul lebih dulu melalui gol Ismael Saibari pada menit ke-21 sebelum Brasil menyamakan kedudukan lewat Vinicius Junior pada menit ke-32.
Hasil imbang tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi satu poin dan membuka persaingan Grup C semakin ketat. Selain menyajikan duel menarik, pertandingan ini juga menghasilkan sejumlah catatan statistik dan rekor unik.
Berikut delapan fakta menarik dari laga Brasil vs Maroko di Piala Dunia 2026.
1. Brasil Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan di Laga Perdana
Brasil kembali menunjukkan konsistensinya di ajang Piala Dunia. Hasil imbang melawan Maroko membuat Selecao tidak terkalahkan dalam laga pembuka mereka di 21 edisi Piala Dunia secara beruntun sejak 1938.
Dalam periode tersebut, Brasil mencatatkan 17 kemenangan dan empat hasil imbang. Rekor ini menjadi yang terpanjang dalam sejarah Piala Dunia, jauh melampaui Jerman dan Belanda yang sama-sama memiliki sembilan laga pembuka tanpa kekalahan.
2. Maroko Raih Poin Pertama Melawan Tim Amerika Selatan
Hasil imbang ini menjadi momen bersejarah bagi Maroko karena untuk pertama kalinya mereka berhasil meraih poin saat menghadapi tim asal Amerika Selatan di Piala Dunia.
Sebelumnya, Atlas Lions selalu menelan kekalahan, yakni 0-3 dari Peru pada Piala Dunia 1970 dan 0-3 dari Brasil pada edisi 1998.
3. Rekor Baru Maroko di Fase Grup
Maroko kini mencatatkan lima pertandingan beruntun tanpa kekalahan di fase grup Piala Dunia.
Rinciannya adalah dua kemenangan dan tiga hasil imbang. Catatan tersebut menjadi rekor terbaik mereka sepanjang sejarah partisipasi di turnamen ini, melampaui rekor sebelumnya yaitu empat laga tanpa kalah antara 1970 hingga 1986.
4. Maroko Sangat Agresif di Babak Pertama
Atlas Lions tampil berani saat menghadapi salah satu favorit juara dunia.
Mereka melepaskan 12 tembakan sepanjang babak pertama dan mampu memberi tekanan besar kepada lini pertahanan Brasil. Namun, setelah turun minum, Maroko nyaris tidak mencatatkan tembakan hingga memasuki menit kesembilan masa tambahan waktu.
5. Brasil Ditekan Sejak Menit Awal
Maroko menjadi tim kedua dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966 yang mampu melepaskan lima tembakan ke arah gawang Brasil dalam 10 menit pertama pertandingan.
Sebelumnya, catatan serupa hanya pernah dibuat Portugal saat menghadapi Brasil pada Piala Dunia 1966.
6. Hakimi Samai Rekor Pemain Afrika
Kapten Maroko, Achraf Hakimi, mencatatkan penampilan ke-11 di ajang Piala Dunia.
Jumlah tersebut membuat bek Paris Saint-Germain itu menyamai rekor penampilan terbanyak pemain Afrika dalam sejarah Piala Dunia yang sebelumnya dipegang Francois Omam-Biyik (Kamerun) dan Asamoah Gyan (Ghana).
7. Gol Vinicius Junior Akhiri Rekor Kemenangan Brasil
Gol yang dicetak Vinicius Junior menjadi gol ke-10 sang pemain bersama Timnas Brasil.
Menariknya, tiga dari 10 gol tersebut tercipta di Amerika Serikat. Sebelum laga melawan Maroko, Brasil selalu meraih kemenangan dalam delapan pertandingan ketika Vinicius mencetak gol.
Hasil imbang kontra Maroko menjadi kali pertama Brasil gagal menang saat bintang Real Madrid tersebut mencatatkan namanya di papan skor.
8. Ismael Saibari Tampil Luar Biasa
Selain mencetak gol pembuka untuk Maroko, Ismael Saibari juga menunjukkan kontribusi luar biasa sepanjang pertandingan.
Gelandang PSV Eindhoven itu mencatatkan 100 tekanan (pressures) selama laga berlangsung. Angka tersebut menyamai rekor terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia 2026 yang sebelumnya dibukukan Andres Cubas saat membela Paraguay.
Performa impresif Saibari menjadi salah satu alasan utama Maroko mampu mengimbangi permainan Brasil dan membawa pulang satu poin penting dari laga pembuka Grup C.

