Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Siap-siap! Soal Udara Bersih Hanoi Bakal Menang dari Jakarta
  • Sejarah Sepak Bola dari Zaman Sebelum Masehi, Ajang Tawuran!
  • Latsarmil Koperasi Merah Putih Hanya Ganti Nama, Ada Udang di Balik Batu?
  • Pertimbangan Memberatkan dan Meringankan Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim
  • Satu Hakim Dissenting Opinion, Sebut Nadiem Tidak Terbukti Ada Niat Jahat
  • Saat Kuasa Hukum Nadiem Protes usai Hakim Bacakan Vonis: Yang Mulia Takut?
  • Latsarmil Disetop Lalu Ganti Nama, Gak Ada Lagi Latihan Menembak
  • PHE Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Produksi dan Eksplorasi Migas
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Mengguyur Rp281 Triliun ke Bank BUMN: Amunisi Pemerintah Jaga Napas Kredit RI hingga Akhir 2026

Mengguyur Rp281 Triliun ke Bank BUMN: Amunisi Pemerintah Jaga Napas Kredit RI hingga Akhir 2026

Makro Toto Pribadi30 Juni 2026 / 14:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kanan) dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berbincang sebelum menyampaikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per Januari 2026 namun masih dalam koridor desain APBN 2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Pemerintah mengambil langkah taktis demi memastikan mesin ekonomi nasional tetap melaju kencang. Dana kas jumbo sebesar Rp281 triliun diputuskan untuk kembali “diparkir” di bank-bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Strategi ini sengaja diperpanjang hingga Desember 2026 demi menjaga likuiditas perbankan tetap tebal dan mampu menyokong penyaluran kredit ke sektor riil.

Keputusan besar ini merupakan buah manis dari koordinasi ketat pemerintah bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan Bank Indonesia (BI), yang kemudian disepakati dalam rapat koordinasi bersama DPR pada Senin 29 Juni 2026.

Mengapa Likuiditas Perbankan Harus Disuntik?
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil setelah evaluasi mendalam menunjukkan betapa efektifnya penempatan dana pemerintah dalam memacu roda ekonomi.

Sejak digulirkan pertama kali pada September 2025 dengan modal awal Rp200 triliun, dan ditambah lagi Rp100 triliun di awal tahun ini, dana yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ini terbukti ampuh menjadi bantalan likuiditas. Meski sempat ditarik bertahap ke rekening BI, pemerintah memilih mengembalikan dana tersebut ke sistem perbankan karena melihat satu sinyal positif: permintaan kredit dari dunia usaha masih sangat tinggi.

“Informasi dari perbankan, permintaan kredit itu masih cukup tinggi, tetapi likuiditas perlu dijaga agar bank bisa menyalurkan pertumbuhan kredit,” ujar Juda Agung dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen Senayan.

Siapkan “Dana Siaga” Tambahan Rp100 Triliun
Pemerintah tampaknya tidak mau setengah-setengah dalam mengawal momentum pertumbuhan ini. Selain memperpanjang masa penempatan dana Rp281 triliun, Juda membocorkan bahwa pemerintah telah menyiapkan amunisi cadangan.

Dana Cadangan (Standby) itu sebesar Rp100 triliun dan status saat ini masih tersimpan aman di Bank Indonesia. Fungsinya siap diguyur kapan saja jika perbankan mendadak membutuhkan likuiditas ekstra untuk membiayai proyek-proyek sektor riil.

Baca Juga  BEI Respons Target IHSG 28.000 dari Purbaya, Akui Optimisme Tapi Tak Pasang Angka

Mempertahankan Pertumbuhan Dua Digit
Suntikan dana masif ini bukan tanpa target. Pemerintah sangat optimistis tren positif penyaluran kredit di Indonesia akan terus meroket dalam zona dua digit (double digit). Data terakhir menunjukkan grafik yang menggembirakan dimana pertumbuhan kredit april 2026: 9,98% (YoY) dan pertumbuhan kredit Mei 2026 melesat ke 11,51% (YoY).

Dengan likuiditas bank BUMN yang kini dipastikan aman hingga akhir tahun depan, pelaku usaha dan masyarakat tidak perlu cemas akan terjadinya “serat modal” atau pengetatan kredit dari perbankan. Pemerintah telah memasang jaring pengaman agar momentum pertumbuhan ekonomi ini tidak kehilangan dayanya.

bank BUMN Dana Cadangan (Standby) Dana Likuiditas headline
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIndonesia Kedatangan Motor Listrik Baru, Berikut Spesifikasi OMO X
Next Article Pemerintah Komitmen Ringankan Beban Biaya Jemaah Haji

Berita Lainnya

Siap-siap! Soal Udara Bersih Hanoi Bakal Menang dari Jakarta

30 Juni 2026 / 18:28 WIB

Latsarmil Koperasi Merah Putih Hanya Ganti Nama, Ada Udang di Balik Batu?

30 Juni 2026 / 18:00 WIB

Saat Kuasa Hukum Nadiem Protes usai Hakim Bacakan Vonis: Yang Mulia Takut?

30 Juni 2026 / 16:10 WIB

Latsarmil Disetop Lalu Ganti Nama, Gak Ada Lagi Latihan Menembak

30 Juni 2026 / 16:10 WIB

OJK Respons Serius Peringatan MSCI, Friderica: Reformasi Pasar Modal Terus Dipercepat

30 Juni 2026 / 15:08 WIB

Tok! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

30 Juni 2026 / 14:51 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: KAI Ungkap Dugaan Penyebab Tabrakan Kereta di Bekasi

Kristo Suryokusumo28 April 2026 / 14:00 WIB

Siap-siap! Soal Udara Bersih Hanoi Bakal Menang dari Jakarta

30 Juni 2026 / 18:28 WIB

Sejarah Sepak Bola dari Zaman Sebelum Masehi, Ajang Tawuran!

30 Juni 2026 / 18:11 WIB

Latsarmil Koperasi Merah Putih Hanya Ganti Nama, Ada Udang di Balik Batu?

30 Juni 2026 / 18:00 WIB

Pertimbangan Memberatkan dan Meringankan Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim

30 Juni 2026 / 17:30 WIB

Satu Hakim Dissenting Opinion, Sebut Nadiem Tidak Terbukti Ada Niat Jahat

30 Juni 2026 / 16:49 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.