Jakarta (tutur.co.id) – Kalau selama ini banyak orang mengira sepak bola lahir di Inggris, anggapan itu sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Jauh sebelum aturan modern dibuat, permainan yang menggunakan bola sudah dimainkan lebih dari 3.000 tahun lalu di berbagai belahan dunia. Mulai dari peradaban Mesoamerika, Tiongkok, Yunani hingga Romawi, masing-masing memiliki versi permainan yang menjadi cikal bakal olahraga paling populer di dunia ini.
Salah satu permainan tertua ini berasal dari peradaban Mesoamerika yang saat itu menggunakan bola karet, sesuatu yang sangat langka pada zamannya. Di Tiongkok sekitar abad ke-3 sebelum Masehi, masyarakat mengenal permainan bernama Cuju, di mana pemain dituntut menendang bola kulit tanpa menggunakan tangan. Sementara di Jepang muncul permainan Kemari, sedangkan bangsa Romawi memainkan Harpastum, yang kemudian diyakini ikut memengaruhi berkembangnya sepak bola di Kepulauan Inggris.
Memasuki abad ke-12, Inggris mulai mengenal permainan sepak bola yang jauh lebih keras dibandingkan sekarang. Pertandingan dimainkan di jalanan atau lapangan terbuka dengan jumlah pemain yang tidak terbatas, bahkan sering memicu kerusuhan hingga memakan korban jiwa.
Karena dianggap membahayakan, permainan ini beberapa kali dilarang oleh pemerintah, meski pada akhirnya tetap bertahan dan berkembang di lingkungan sekolah-sekolah.
Titik balik terjadi pada tahun 1863 ketika Football Association (FA) resmi berdiri di London. Organisasi tersebut menyusun aturan baku, mulai dari ukuran bola hingga larangan membawa bola menggunakan tangan. Keputusan itu sekaligus memisahkan sepak bola dengan rugby dan menjadi fondasi lahirnya sepak bola modern yang kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui pelaut, pedagang, hingga kolonisasi Inggris.
Seiring berkembangnya industri pada akhir abad ke-19, sepak bola berubah dari sekadar hiburan menjadi olahraga profesional. Klub-klub mulai membayar pemain, stadion besar dibangun, dan kompetisi seperti FA Cup serta Football League lahir sebagai liga profesional pertama di dunia. FIFA kemudian didirikan pada 1904, sebelum akhirnya menggelar Piala Dunia perdana di Uruguay pada tahun 1930 yang kini menjadi turnamen paling bergengsi dalam dunia sepak bola.
Saat ini sepak bola telah menjelma menjadi olahraga global yang tidak mengenal batas negara maupun budaya. FIFA memiliki 211 asosiasi anggota yang tersebar dalam enam konfederasi, sementara lebih dari 200 negara rutin mengikuti babak kualifikasi Piala Dunia.
Dari permainan sederhana menggunakan bola kulit hingga menjadi industri bernilai miliaran dolar dengan miliaran penggemar, perjalanan sepak bola membuktikan bahwa olahraga ini bukan sekadar permainan, melainkan bagian dari sejarah dan budaya dunia.

