Jakarta (tutur.co.id) — Penjabat sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menanggapi proyeksi ambisius Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa mencapai level 28.000 pada 2029–2030.
Jeffrey menegaskan bahwa pihak bursa tidak menetapkan target angka tertentu untuk IHSG, meskipun memiliki optimisme yang sejalan terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia.
“Kami di Bursa tentu tidak memproyeksikan angka, tidak berusaha mencapai angka tertentu, tapi kalau optimismenya sama. Bursa ke depan pasti akan jauh lebih besar daripada bursa hari ini,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta.
Menurutnya, proyeksi yang disampaikan Purbaya didasarkan pada pola historis pergerakan IHSG di masa lalu, di mana indeks saham Indonesia pernah mengalami pertumbuhan berlipat dalam periode ekspansi ekonomi.
“Pak Purbaya menggunakan referensi beberapa periode dulu, di mana IHSG itu bisa bertumbuh berlipat-lipat dalam kurun waktu yang sama. Jadi bukan mustahil,” katanya.
Sebelumnya, Purbaya menyampaikan keyakinannya bahwa IHSG berpotensi melonjak hingga 28.000 seiring fase ekspansi ekonomi Indonesia hingga akhir dekade ini. Ia memperkirakan indeks dapat naik 4–5 kali lipat dari posisi saat ini yang berada di kisaran 7.000.
“Saya bilang bisa 4–5 kali, bisa lah 28 ribu paling sial,” ujar Purbaya dalam sebuah forum investasi di BEI.
Optimisme tersebut didasarkan pada prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilai menjadi motor utama penguatan pasar saham ke depan.

