Surabaya (tutur.co.id) – Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026, tim mahasiswa Unair berhasil meraih Silver Medal sekaligus Special Stage Presentation.
Ajang bergengsi tersebut berlangsung pada 5–9 Januari 2026 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand, dan diikuti oleh inovator serta peneliti dari berbagai negara.
Tim Unair diketuai oleh Faiz Wildan Anshory (FKp) dengan anggota Muhammad Rayhan Ricardi Sudrajat, Talitha Maulia Nada (FKp), serta Callysta Tabina Nadine dan Naura Widya Rahmadhani (FF). Prestasi ini diraih melalui inovasi produk perawatan tubuh dan rambut berbasis bahan alami yang dirancang khusus untuk menjawab tantangan iklim tropis.
ETLIORÉ, Inovasi Perawatan Tubuh Berbasis Kecombrang
Muhammad Rayhan Ricardi Sudrajat menjelaskan bahwa tim mengusung inovasi bernama ETLIORÉ, yakni produk nanoemulsion spray yang memanfaatkan ekstrak bunga Etlingera elatior atau kecombrang. Produk ini dikembangkan dengan konsep organik dan natural ingredients, serta dirancang sebagai compact dual-use product yang dapat digunakan untuk perawatan tubuh dan rambut.
“Dikemas dengan teknologi nanoemulsion untuk memastikan penyerapan cepat tanpa rasa lengket,” ujarnya.
ETLIORÉ dinilai aman untuk kulit sensitif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah beriklim tropis. Inovasi ini berangkat dari permasalahan sehari-hari seperti bau badan, produksi sebum berlebih, rambut lepek, hingga ketombe yang kerap dialami masyarakat Indonesia.
“Oleh karena itu, ETLIORÉ hadir dengan fungsi utama sebagai antibakteri, anti sebum, dan deodorizing,” jelasnya.
Selain itu, produk ini dirancang praktis untuk menunjang mobilitas tinggi. “Dengan desain yang practical and easy to use, sangat mendukung penggunaan di tengah padatnya aktivitas. Selain itu, juga dirancang sebagai solusi perawatan diri yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Tantangan Riset hingga Presentasi di Hadapan Investor Global
Di balik capaian tersebut, tim Unair menghadapi berbagai tantangan, terutama pada tahap Research and Development (RnD). Proses uji coba dilakukan berulang kali dengan keterbatasan waktu serta kesibukan masing-masing anggota tim.
Meski demikian, mereka berkomitmen untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya kompetitif di ajang internasional, tetapi juga relevan dengan permasalahan kesehatan masyarakat tropis dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.
“Berkat saling melengkapi dan berpegang teguh pada komitmen, kami bersyukur terpilih untuk mempresentasikan produk di hadapan investor dari berbagai negara,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kekuatan kerja sama tim serta dukungan berbagai pihak. “Selain itu, keberhasilan tak lepas dari dukungan dosen pembimbing kami Prof apt Rr Retno Widyowati SSi MPharm PhD, serta dukungan orang-orang terdekat dan PUSPAS Unair yang telah membantu dalam memfasilitasi,” paparnya.
Dorong Riset Mahasiswa Unair Tembus Pasar Global
Ke depan, tim berencana untuk terus mengembangkan ETLIORÉ melalui penelitian lanjutan serta membuka peluang kerja sama dengan industri dan layanan kesehatan. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan berani melangkah ke level yang lebih tinggi.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa riset dan inovasi mahasiswa Unair memiliki potensi besar untuk berkompetisi secara global. Ia pun berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu memanfaatkan peluang yang ada.
“Setiap proses yang kita lalui akan menjadi pembelajaran untuk terus berkembang. Setiap orang punya waktunya sendiri untuk berkembang, yang penting berani mulai dan tetap konsisten,” pungkasnya.
Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Universitas Airlangga sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mendorong inovasi mahasiswa berdaya saing internasional. (sas)

