Jakarta (tutur.co.id) – Badan Riset dan Inovasi (BRIN) langsung menyampaikan permohonan maaf setelah melakukan kesalahan dalam mengunggah lambing negara burung Garuda dalam peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin 1 Juni 2026.
Ya, unggahan BRIN dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 kemarin di akun resmi media social X @brin_indonesia membuat geger jagat maya. Pasalnya, lambang burung Garuda yang diunggahnya mempunyai perbedaan dari yang semestinya.
Pada Senin kemarin, BRIN memang telah mengunggah gambar Burung Garuda dengan latar belakang warna merah putih disertai ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila.
SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA
1 Juni 2026
Pancasila Pemersatu Bangsa
Fondasi Perdamaian DuniaSelamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga sumber inspirasi dalam membangun masa depan bangsa melalui riset dan inovasi. Dengan semangat gotong royong, persatuan, dan kemanusiaan, mari terus menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi negeri serta menciptakan perdamaian dunia. Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. #BRIN #HariLahirPancasila #pancasila2026.
Sekilas memang tidak ada yang aneh dalam postingan Burung Garuda BRIN tersebut. Namun saat diamati dengan seksama, ada kekeliruan yang sangat fatal. Burung Garuda yang diunggah BRIN ternyata tak sesuai dengan gambar lambang negara yang semestinya.
Burung Garuda dengan kepala menghadap ke kanan dan diilustrasikan dengan warna full keemasan itu memiliki jumlah helai bulu yang berbeda. Padahal, setiap bulu itu melambangkan tanggal, bulan hingga tahun kemerdekaan Indonesia.
Pada sayap sebelah kanan, hanya terdapat 16 helai bulu. Sementara, sayap sebelah kiri bahkan hanya ada 15 helai bulu. Seharusnya sayap ada 17 helai bulu di kanan dan 17 helai di kiri yang melambangkan tanggal 17. Lalu, pada bagian ekornya cuma terdiri atas tujuh bulu, yang seharusnya berjumlah 8 sebagai lambang bulan Agustus.
Yang membuat publik heran, kesalahan ini dilakukan oleh BRIN yang notabenenya adalah Lembaga pemerintah. Tak heran jika unggaha BRIN ini langsung menjadi bulan-bulanan warganet.
Permohonan Maaf BRIN
BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan. Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki. Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN.

