Balikpapan (tutur.co.id)- PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat sinergi di sektor maritim melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait Port Management Bundling yang mencakup layanan jasa kepelabuhanan, marine, dan konstruksi. Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung operasional fasilitas Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 Deadweight Tonnage (DWT) dan jetty sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur energi nasional yang terintegrasi dan andal.
Penandatanganan kesepakatan dilakukan di Balikpapan oleh Direktur Utama KPB Bambang Harimurti dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PTK Eko Cahyadi. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat dukungan operasional maritim pada fase awal pengoperasian Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur, PTK akan memberikan dukungan berbagai layanan operasional di fasilitas pelabuhan dan terminal laut milik KPB. Layanan tersebut mencakup pemanduan kapal saat sandar dan lepas di fasilitas SPM, operasional New Jetty 6A, hingga pemeriksaan dan perawatan rutin fasilitas pelabuhan guna memastikan operasional berjalan aman dan lancar.
Direktur Utama KPB Bambang Harimurti mengatakan pihaknya sangat terbantu dengan layanan yang selama ini diberikan PTK. Menurutnya, sinergi yang telah terjalin diharapkan dapat berlanjut ke tahap berikutnya sehingga mampu menjaga kesinambungan layanan sekaligus mempererat hubungan kerja sama antarperusahaan di lingkungan Pertamina Group.
Keberadaan fasilitas SPM berkapasitas 320.000 DWT di Lawe-Lawe menjadi salah satu infrastruktur strategis yang akan mendukung pasokan minyak mentah ke Kilang Balikpapan. Fasilitas tersebut dirancang untuk melayani kapal tanker berukuran besar yang mengangkut minyak mentah sebelum dialirkan melalui jaringan pipa menuju Terminal Crude Lawe-Lawe sebagai bahan baku utama kilang.
Sementara itu, Plt Direktur Utama PTK Eko Cahyadi menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan kepelabuhanan, marine, dan konstruksi yang mengutamakan keselamatan, keamanan kerja, keandalan operasional, serta efisiensi. Ia menilai kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok operasional kilang sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

