Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»Prabowo Jelaskan Alasan dan Kronologi RI serta Negara Muslim Gabung BoP

Prabowo Jelaskan Alasan dan Kronologi RI serta Negara Muslim Gabung BoP

Politik Deba Salamah20 Maret 2026 / 06:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara Board of Peace Charter pada Kamis (22/1/2026), di Davos, Swiss (Sekretariat Presiden RI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bogor (Tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan Indonesia bersama sejumlah negara mayoritas muslim bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Gabungnya Indonesia di BoP sebagai bagian dari upaya mendorong kemerdekaan penuh bagi Palestina.

Dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis senior di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, yang rekamannya disiarkan pada Kamis (19/3/2026), Prabowo menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui pertimbangan matang, dengan tujuan memberikan kontribusi nyata terhadap perdamaian di kawasan.

Ia mengungkapkan keterlibatan Indonesia bermula pada 23 September, saat dirinya menyampaikan pidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam pidato itu, Indonesia kembali menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan menuju perdamaian Israel-Palestina.

Beberapa jam setelah pidato tersebut, Prabowo bersama tujuh pemimpin negara mayoritas Muslim yang tergabung dalam Group of Eight yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir diundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghadiri pertemuan khusus.

Dalam forum tersebut, pemerintah AS menawarkan “21-point plan” sebagai proposal untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan di Gaza, yang dipaparkan oleh utusan khusus AS, Steve Witkoff.

Prabowo menyebut dua poin dalam proposal tersebut, yakni poin ke-19 dan ke-20, menjadi perhatian utama karena membuka peluang bagi Palestina untuk menjadi negara merdeka dan menentukan masa depannya sendiri, serta mendorong dialog damai antara Israel dan Palestina.

Menurutnya, substansi tersebut sejalan dengan posisi Indonesia yang selama ini konsisten mendukung solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik. Setelah melalui diskusi intensif, delapan negara tersebut akhirnya sepakat untuk mendukung proposal tersebut.

Mereka kemudian menunjuk Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, sebagai juru bicara untuk menyampaikan sikap tersebut kepada pihak AS. Tak lama setelah pertemuan itu, muncul gagasan pembentukan Board of Peace yang kemudian diadopsi dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Negara-negara dalam Group of Eight kembali berunding untuk menentukan sikap terkait keikutsertaan dalam forum tersebut.

Baca Juga  Tutur PoV: Gaya Komunikasi Meledak-ledak Presiden Prabowo, Seberapa Efektif?

Hasilnya, mereka menilai bergabung dalam BoP akan memberikan ruang lebih besar untuk mempengaruhi arah kebijakan internasional agar berpihak pada kepentingan Palestina.

“Kalau kita berada di dalam, kita punya peluang untuk memengaruhi dan membantu perjuangan rakyat Palestina. Kalau di luar, kita tidak punya akses,” ujar Prabowo.

Meski demikian, Presiden menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam BoP bersifat dinamis. Pemerintah tidak akan ragu untuk keluar apabila forum tersebut dinilai tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional atau perjuangan Palestina.

“Selama kita bisa membantu, kita akan tetap di dalam. Tetapi jika tidak ada harapan dan justru kontraproduktif, kita akan keluar,” tegasnya.

Prabowo berharap Indonesia bersama negara-negara lain dalam Group of Eight dapat memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya perdamaian jangka panjang di Palestina. Ia menegaskan sikap tersebut merupakan bagian dari konsistensi politik luar negeri Indonesia yang sejak lama mendukung kemerdekaan Palestina.

Amerika Serikat Board of Peace Dewan Perdamaian headline Palestina Presiden Prabowo
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLangit Tel Aviv Menyala: Dugaan Munisi Klaster Senjata Terlarang Iran
Next Article Lebaran Kompak Sabtu 21 Maret: Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

TikTok Tokopedia Buka Suara soal Isu PHK Karyawan, Ini Penjelasan Perusahaan

Galuh Parantri02 Juli 2026 / 18:55 WIB

Tiga Faktor yang Bisa Membuat Tembok Baja Spanyol Ambruk

19 Juli 2026 / 02:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.