Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Stadion BBVA Monterrey: Maha Karya Agung di Kaki Pegunungan Meksiko
  • KPB dan PTK Perkuat Sinergi Maritim Dukung Operasional RDMP Balikpapan
  • Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Mulai Menguat, Target 2027 di Bawah Rp17.500 per Dolar AS
  • Video: Brasil Gelar Latihan Terbuka Jelang Piala Dunia 2026, Neymar Masuk Skuad Meski Cedera
  • Ditahan KPK, Ketua Tim Pemeriksa BPK Nyanyi Sosok Penerima Suap Muara Enim
  • Dasco Minta Masyarakat Lepas Dolar AS: Rupiah Bakal Menguat Berkat Strategi Baru Pemerintah
  • Los Angeles Stadium, Venue Mewah Piala Dunia 2026 yang Dibangun Rp80 T
  • Video: Atap Mobil Kepresidenannya Bocor, Prabowo Tetap Dukung Mobil Nasional
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Mulai Menguat, Target 2027 di Bawah Rp17.500 per Dolar AS

Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Mulai Menguat, Target 2027 di Bawah Rp17.500 per Dolar AS

Finance Gusti Tetiro11 Juni 2026 / 15:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung Danantara, Minggu 31 Mei 2026. Foto: Kemenkeu RI.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan mulai menunjukkan tren penguatan secara bertahap pada semester II 2026. Optimisme tersebut didasarkan pada proyeksi membaiknya kondisi ekonomi domestik, penguatan koordinasi kebijakan ekonomi, serta harapan meredanya tekanan global yang selama ini membebani pasar keuangan Indonesia.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Purbaya mengatakan tekanan terhadap rupiah masih cukup besar hingga awal Juni 2026. Namun pemerintah meyakini kondisi tersebut akan berangsur membaik pada paruh kedua tahun ini.

“Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026,” kata Purbaya.

Menurutnya, pelemahan rupiah yang terjadi sepanjang tahun ini dipengaruhi kombinasi berbagai faktor global dan domestik. Dari sisi eksternal, ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan global, serta ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.

Sementara dari dalam negeri, tekanan juga berasal dari transaksi berjalan dan transaksi finansial yang masih memengaruhi keseimbangan permintaan dan pasokan valuta asing.

“Kami juga mencermati perkembangan nilai tukar rupiah hingga awal Juni 2026 masih menghadapi tekanan, terutama dipengaruhi oleh sentimen global, kondisi risk off di pasar keuangan, serta tekanan dari transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah menilai peluang penguatan rupiah tetap terbuka seiring semakin eratnya sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek Indonesia.

Purbaya juga menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE) dan upaya pendalaman pasar keuangan domestik. Menurutnya, kedua kebijakan tersebut akan memperkuat pasokan valuta asing di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap aliran modal jangka pendek dari luar negeri.

Baca Juga  Detik-Detik Vonis Pinjol: KPPU Siap Umumkan Putusan Krusial Pekan Ini

Dari perspektif jangka menengah, pemerintah bahkan memperkirakan kondisi ekonomi global akan membaik pada 2027. Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi meredanya sejumlah konflik geopolitik yang selama ini menjadi sumber ketidakpastian pasar dunia.

“Di tahun 2027, konflik geopolitik terutama Iran dan AS dan Israel diperkirakan semakin mereda dan pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan membaik,” kata Purbaya.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, pemerintah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah pada 2027 berada dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Target tersebut menunjukkan keyakinan pemerintah bahwa tekanan terhadap rupiah saat ini bersifat sementara dan dapat dikelola melalui kombinasi kebijakan yang tepat.

“Pemerintah memperkirakan rupiah di tahun 2027 terjaga stabil pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS,” ujarnya.

Meski proyeksi tersebut memberikan sinyal optimisme bagi pasar, realisasinya tetap akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, stabilitas geopolitik, serta keberhasilan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga fundamental ekonomi domestik. Karena itu, pasar akan terus mencermati konsistensi kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk memastikan target penguatan rupiah dapat tercapai secara berkelanjutan.

dolar AS headline nilai tukar purbaya yudhi sadewa Rupiah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Brasil Gelar Latihan Terbuka Jelang Piala Dunia 2026, Neymar Masuk Skuad Meski Cedera
Next Article KPB dan PTK Perkuat Sinergi Maritim Dukung Operasional RDMP Balikpapan

Berita Lainnya

Stadion BBVA Monterrey: Maha Karya Agung di Kaki Pegunungan Meksiko

11 Juni 2026 / 16:09 WIB

Dasco Minta Masyarakat Lepas Dolar AS: Rupiah Bakal Menguat Berkat Strategi Baru Pemerintah

11 Juni 2026 / 14:08 WIB

Tentara Ikut Campur Urusi Begal, DPR Dukung Langkah Jenderal Maruli

11 Juni 2026 / 12:32 WIB

UU Polri Disahkan, Komisi III: Jangan Tunggu Kasus Viral Baru Gerak!

11 Juni 2026 / 12:00 WIB

Berawal dari Titip iPhone 17, Raffi Ahmad Kini Terseret di Kasus Suap Blueray Cargo

11 Juni 2026 / 11:24 WIB

Gila! New York Knicks Pecahkan Rekor NBA Lewat Comeback Heroik Final Game 4

11 Juni 2026 / 11:07 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Disebut Dekat dengan Epstein dan Ghislaine Maxwell, Melania Trump Angkat Bicara

Kristo Suryokusumo11 April 2026 / 18:00 WIB

Stadion BBVA Monterrey: Maha Karya Agung di Kaki Pegunungan Meksiko

11 Juni 2026 / 16:09 WIB

KPB dan PTK Perkuat Sinergi Maritim Dukung Operasional RDMP Balikpapan

11 Juni 2026 / 15:22 WIB

Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Mulai Menguat, Target 2027 di Bawah Rp17.500 per Dolar AS

11 Juni 2026 / 15:08 WIB

Video: Brasil Gelar Latihan Terbuka Jelang Piala Dunia 2026, Neymar Masuk Skuad Meski Cedera

11 Juni 2026 / 15:00 WIB

Ditahan KPK, Ketua Tim Pemeriksa BPK Nyanyi Sosok Penerima Suap Muara Enim

11 Juni 2026 / 14:29 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.