Jakarta (tutur.co.id) — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengimbau masyarakat yang masih menyimpan dolar Amerika Serikat (AS) untuk mempertimbangkan melepas kepemilikannya. Dasco meyakini nilai tukar rupiah akan terus menguat dalam waktu dekat seiring sejumlah strategi yang tengah disiapkan pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan domestik.
Menurut Dasco, menyimpan dolar AS dengan harapan memperoleh keuntungan dari pelemahan rupiah berpotensi kurang menguntungkan apabila tren penguatan mata uang nasional terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
“Ya mungkin bagi teman-teman sekalian yang saat ini menyimpan dolar karena ingin berharap ada kelebihan, sebaiknya dolarnya dilepas,” kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
“Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar. Itu imbauan saya sih,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tren penguatan rupiah dalam dua hari terakhir setelah pemerintah dan Bank Indonesia mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Penguatan rupiah juga terjadi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.
Dasco menilai penguatan rupiah mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap pemerintah. Menurutnya, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah mulai mendapat respons positif dari pelaku pasar dan investor.
“Ya, saya pikir kan kepercayaan terhadap pemerintah juga semakin kuat, sehingga itu juga berpengaruh terhadap pasar dan juga terhadap penguatan nilai tukar rupiah. Nah, saya pikir kerja-kerja pemerintah akan terus dilakukan,” ujarnya.
Ketua Harian Partai Gerindra tersebut juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah strategi lanjutan yang akan segera dijalankan dalam waktu dekat. Meski tidak merinci bentuk kebijakan yang dimaksud, Dasco mengaku optimistis langkah tersebut akan memberikan dampak positif terhadap nilai tukar rupiah.
“Saya juga mendapatkan informasi dari pihak pemerintah bahwa dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah, yang kalau saya sudah dengar akan, dan saya yakini akan membuat nilai tukar atau rupiah menguat,” tuturnya.
Di pasar valuta asing, rupiah memang menunjukkan tren penguatan. Pada perdagangan Kamis pagi, rupiah dibuka menguat tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp17.941 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.944 per dolar AS.
Jika dibandingkan posisi pada Rabu pagi, rupiah telah menguat sekitar 158 poin atau 0,88% setelah sempat bergerak dari level Rp18.058 menuju kisaran Rp17.900 per dolar AS. Sementara pada penutupan perdagangan Rabu sore, rupiah menguat 114 poin atau 0,63% ke level Rp17.944 per dolar AS.
Penguatan juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang naik ke level Rp17.971 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.141 per dolar AS.
Meski demikian, sejumlah pelaku pasar menilai arah pergerakan rupiah ke depan tidak hanya bergantung pada sentimen domestik, tetapi juga perkembangan global, termasuk kebijakan suku bunga Amerika Serikat, dinamika geopolitik Timur Tengah, serta arus modal asing ke pasar negara berkembang. Karena itu, optimisme terhadap penguatan rupiah perlu dibarengi dengan keberhasilan implementasi kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor secara berkelanjutan.

