Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Impor Pangan Kian Minim, Produksi Dalam Negeri Jadi Andalan

Impor Pangan Kian Minim, Produksi Dalam Negeri Jadi Andalan

Makro Gusti Tetiro13 April 2026 / 05:28 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026) (Foto: Tim Media Presiden)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan nasional pada 2026 berada dalam kondisi aman, dengan mayoritas kebutuhan konsumsi masyarakat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Hal ini tercermin dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 yang disusun bersama berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Dari total 10 komoditas pangan pokok strategis, hanya sebagian kecil yang masih bergantung pada impor. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyebut komoditas tersebut terutama kedelai dan bawang putih, serta daging sapi dalam porsi terbatas.

“Kita hanya mengimpor dua atau tiga yang dominan. Kedelai dan bawang putih. Lalu daging sapi tapi tidak dominan,” ujar Ketut.

Di luar itu, sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, bawang merah, cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, hingga gula diproyeksikan tidak memerlukan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestik. Kondisi ini mencerminkan penguatan kapasitas produksi dalam negeri yang semakin stabil dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk komoditas beras, Bapanas mencatat posisi yang sangat kuat. Stok awal 2026 diperkirakan mencapai sekitar 12,4 juta ton, ditambah proyeksi produksi tahunan sebesar 34,7 juta ton. Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 31,1 juta ton, stok akhir tahun diproyeksikan masih berada di kisaran 16 juta ton.

Ketut menilai angka tersebut menunjukkan ketahanan pangan nasional yang cukup solid, bahkan memberikan ruang cadangan yang signifikan untuk memasuki tahun berikutnya. “Target kita di tahun 2026, kita akan punya carry over stock ke 2027 hingga 16 juta ton. Ini besar sekali,” katanya.

Pemerintah juga menegaskan keberpihakan terhadap petani melalui penugasan Perum Bulog untuk menyerap gabah hasil panen. Saat ini, cadangan beras yang dikelola Bulog telah melampaui 4 juta ton dan akan terus ditingkatkan melalui penyerapan domestik.

Baca Juga  Tanpa Jasa Petani, Kita Tidak Akan Merdeka

Menariknya, sejak 2025 stok beras Bulog sepenuhnya berasal dari produksi dalam negeri tanpa impor. Hal ini menjadi indikator penting bahwa produksi padi nasional mampu memenuhi kebutuhan cadangan pemerintah sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.

Selain beras, komoditas jagung pakan juga disebut telah mencapai swasembada. Indonesia bahkan telah menghentikan impor jagung pakan sejak 2025. Sementara itu, komoditas lain seperti daging ayam ras, telur ayam ras, cabai, dan bawang merah juga dinilai dalam kondisi kuat dengan dukungan produksi lokal.

“Kemudian kita juga punya cadangan jagung yang bagus. Jagung pakan kita sudah swasembada. Kemudian daging ayam kita kuat, telur kita kuat, cabai kita kuat, bawang merah kita kuat,” ujar Ketut.

Meski demikian, pemerintah tetap mendorong peningkatan produksi untuk komoditas yang masih bergantung pada impor. Upaya ini dilakukan melalui akselerasi program di sektor pertanian, termasuk penguatan produksi kedelai, bawang putih, hingga komoditas susu.

Ketut menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian pangan nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.

“Kita sudah mulai produksi dan Kementerian Pertanian akan terus bergerak dengan target-target ke depan, termasuk penguatan kedelai, bawang putih, dan lainnya,” jelasnya.

Dengan kondisi stok yang dinilai kuat dan produksi yang terus ditingkatkan, Bapanas optimistis ketahanan pangan Indonesia pada 2026 tetap terjaga. Pemerintah pun berharap tren positif ini dapat berlanjut sehingga ketergantungan pada impor semakin berkurang di masa mendatang.

Bapanas pangan nasional ketahanan pangan Indonesia stok beras 2026 Swasembada Pangan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCarrick Kirim Sinyal Tegas: Siap Hadapi Tekanan di Manchester United
Next Article Perundingan Buntu, Iran Tegaskan Bola di Tangan AS

Berita Lainnya

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB

Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade

16 Juli 2026 / 16:50 WIB

Presiden Prabowo Kumpulkan DEN di Hambalang, Apa yang Dibicarakan?

14 Juli 2026 / 22:01 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan Tarif Pajak Tidak Naik, Ini Strategi Barunya

14 Juli 2026 / 12:36 WIB

Imbas Manis Coretax: Setoran Pajak Melejit, Kepatuhan SPT Tinggi

13 Juli 2026 / 13:32 WIB

Mirae Asset Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,8%, Ini Penyebabnya

10 Juli 2026 / 10:50 WIB
Form Komentar Cancel Reply

GP Bahrain dan Arab Saudi Berpotensi Dibatalkan Akibat Konflik Timteng

Deba Salamah15 Maret 2026 / 04:19 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.