Manchester (Tutur.co.id) – Masa depan pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick, masih belum diputuskan. Namun di tengah ketidakpastian tersebut, Carrick menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi tekanan besar yang melekat pada kursi kepelatihan di Old Trafford.
Carrick ditunjuk pada Januari 2026 untuk menggantikan Ruben Amorim. Sejak saat itu, pelatih berusia 44 tahun tersebut menunjukkan performa menjanjikan dengan mencatatkan tujuh kemenangan dari 10 pertandingan. Hasil itu turut mengangkat posisi Manchester United ke peringkat ketiga klasemen sementara Liga Inggris.
Meski belum ada keputusan resmi terkait statusnya sebagai pelatih permanen, Carrick kini menjadi kandidat terkuat untuk melanjutkan perannya hingga musim berikutnya.
Dalam pernyataannya, Carrick menegaskan bahwa tekanan besar di klub bukanlah hal baru baginya, mengingat ia pernah membela Manchester United sebagai pemain selama lebih dari satu dekade.
“Ada bagian dari menjadi pelatih Manchester United yang sudah saya kenal sejak lama. Tekanan adalah sesuatu yang sudah lama saya jalani,” ujarnya.
Ia menilai ekspektasi tinggi, sorotan publik, serta besarnya dukungan suporter merupakan hal yang wajar di klub sebesar Manchester United. “Bagi saya pribadi, ini tidak terasa sebesar yang mungkin terlihat dari luar,” tambahnya.
Carrick juga menegaskan bahwa ia memahami situasi klub sejak awal penunjukannya di tengah musim. Ia fokus pada rencana jangka pendek hingga akhir musim, sekaligus memikirkan langkah ke depan.
“Semuanya akan terselesaikan pada waktunya. Yang terpenting bagi saya adalah melakukan pekerjaan sebaik mungkin dan merencanakan masa depan untuk kebaikan klub dan para pemain,” katanya.
Lebih jauh, Carrick menekankan pentingnya membangun fondasi jangka panjang untuk memperkuat skuad. Ia membuka kemungkinan untuk terus terlibat dalam proyek tersebut, tetapi juga siap menerima keputusan apa pun dari manajemen.
“Saya rasa penting bagi kami membuat rencana agar skuad menjadi lebih kuat. Jika saya menjadi bagian dari itu, saya akan menjalaninya. Jika tidak, itulah situasi yang saya hadapi sejak awal,” ujarnya.
Ketika ditanya soal peluang menjadi pelatih asal Inggris pertama yang menjuarai Liga Inggris dalam era modern, Carrick mengakui itu sebagai ambisi besar.
“Saya tentu ingin itu terjadi. Jika suatu saat saya yang melakukannya, itu akan luar biasa. Itu harus menjadi tujuan klub ini, kembali menjuarai liga,” katanya.
Manchester United selanjutnya dijadwalkan menghadapi Leeds United di Old Trafford pada Selasa (14/4/2026) dini hari WIB, dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris. Laga tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Carrick untuk terus memperkuat posisinya sebagai kandidat utama pelatih permanen.

