Beijing (Tutur.co.id) – Dua seri balapan Formula 1 di kawasan Timur Tengah, yakni Bahrain dan Arab Saudi berpotensi dibatalkan menyusul meningkatnya konflik di wilayah tersebut.
Laporan dari The Athletic yang mengutip sejumlah sumber anonim menyebutkan bahwa situasi keamanan dan logistik di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong pertimbangan pembatalan dua seri balapan tersebut.
Apabila keputusan tersebut benar-benar diambil, kalender Formula 1 musim ini akan mengalami jeda cukup panjang. Kompetisi akan berhenti selama sekitar 35 hari, yakni setelah seri Formula 1 Jepang Grand Prix pada 29 Maret hingga seri Formula 1 Miami Grand Prix yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Mei.
Sebelumnya, GP Bahrain direncanakan digelar pada 12 April di Bahrain International Circuit. Sementara GP Arab Saudi dijadwalkan berlangsung sepekan kemudian, pada 19 April.
Ketegangan yang meningkat sejak akhir Februari di kawasan Timur Tengah disebut telah memicu sejumlah pembatasan perjalanan dan kendala logistik bagi tim-tim balap. Beberapa negara bahkan menutup wilayah udara mereka, sehingga menyulitkan mobilisasi personel maupun pengiriman perlengkapan tim.
Situasi tersebut juga berdampak langsung pada peralatan balap yang masih berada di Bahrain. Sebagian perlengkapan tim Formula 1 dilaporkan masih tersimpan di Sirkuit Internasional Bahrain setelah uji coba pramusim berlangsung di sana sebelum konflik meningkat. Hingga kini, tim-tim disebut belum dapat mengambil kembali perlengkapan tersebut.
Pembatalan dua seri balapan ini juga berpotensi menimbulkan dampak finansial bagi berbagai pihak yang terlibat, mulai dari penyelenggara hingga tim dan sponsor, terutama jika tidak ada seri pengganti dalam kalender musim ini.
Meski demikian, kemungkinan mengganti dua balapan tersebut dinilai cukup kecil. Pasalnya, jadwal Formula 1 pada paruh kedua musim sudah sangat padat sehingga sulit mencari slot tambahan.
Dampak konflik di Timur Tengah tidak hanya dirasakan oleh Formula 1. Ajang balap lain seperti FIA World Endurance Championship juga terkena imbasnya. Kejuaraan tersebut sebelumnya telah memutuskan menunda seri pembuka musim di Qatar hingga Oktober mendatang.

