Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,98% ke level 6.116 pada perdagangan Senin (22/6/2026) seiring meningkatnya sikap wait and see pelaku pasar menjelang sejumlah agenda penting yang berpotensi memengaruhi arah pasar modal Indonesia.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan investor global maupun domestik cenderung menahan diri menjelang pengumuman MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026 serta hasil peninjauan indeks FTSE Russell.
“Ketidakpastian hasil tinjauan ini membuat volatilitas pasar meningkat dalam jangka pendek,” ujar Nafan, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, keputusan MSCI akan menjadi sentimen utama yang menentukan arah pergerakan IHSG dalam pekan ini, terutama terkait kejelasan status freeze yang saat ini masih diberlakukan terhadap pasar saham Indonesia.
Sebelumnya, dalam MSCI Global Market Accessibility Review yang dirilis pada 19 Juni 2026, Indonesia mengalami penurunan penilaian pada kriteria Information Flow. MSCI menyoroti isu transparansi struktur kepemilikan saham atau free float serta adanya indikasi coordinated trading behavior yang dinilai dapat memengaruhi proses pembentukan harga yang wajar di pasar.
Meski demikian, Nafan menilai risiko terbesar berupa penurunan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market relatif kecil. Karena itu, apabila MSCI tetap mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market, reaksi pasar diperkirakan tidak akan terlalu signifikan karena skenario tersebut telah diantisipasi sebelumnya oleh investor.
Namun, sentimen positif berpotensi muncul apabila MSCI memberikan sinyal terkait kemungkinan pencabutan status freeze yang selama ini membatasi sejumlah penyesuaian indeks di pasar Indonesia.
“Apabila terdapat sinyal positif terkait peluang pencabutan status freeze, hal ini berpotensi mendorong pembalikan arus dana asing ke pasar domestik,” jelasnya.
Untuk perdagangan Selasa (23/6/2026), Nafan memperkirakan IHSG masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Secara teknikal, level support berada pada area 6.058 dan 5.917, sedangkan level resistance diperkirakan berada di kisaran 6.287 hingga 6.516.
Pelaku pasar saat ini akan mencermati hasil final MSCI Annual Market Classification Review yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah arus modal asing dan sentimen investasi di pasar saham Indonesia dalam jangka pendek.

