Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Cenderung Sideways di Tengah Ketidakpastian Global dan Aksi Profit Taking

IHSG Cenderung Sideways di Tengah Ketidakpastian Global dan Aksi Profit Taking

Market Gusti Tetiro27 Maret 2026 / 06:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pengunjung melewati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (Foto:Tutur/ANTARA Asprilla Dwi Adha/tom)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas atau sideways pada perdagangan Jumat (27/3/2026), setelah mengalami koreksi cukup dalam pada sesi sebelumnya. Tekanan pasar dinilai masih berasal dari kombinasi sentimen global dan aksi ambil untung investor.

Pada penutupan Kamis (26/3/2026), IHSG melemah 1,89% ke level 7.164, berbalik arah setelah mencatatkan penguatan signifikan sehari sebelumnya. Menurut Phintraco Sekuritas, pelemahan tersebut dipicu oleh aksi profit taking di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pasar global cenderung berhati-hati setelah muncul pernyataan yang saling bertolak belakang dalam 48 jam terakhir. Pihak AS menyebut perundingan perdamaian telah berlangsung, sementara Iran membantah adanya negosiasi langsung. Iran juga menegaskan bahwa pertukaran proposal melalui mediator tidak dapat diartikan sebagai proses negosiasi formal. Kondisi ini membuat pelaku pasar kesulitan membaca arah kebijakan dan meningkatkan sikap wait and see.

Sejalan dengan itu, bursa Asia ditutup bervariasi dan bursa Eropa dibuka melemah. Menariknya, di tengah tekanan global, nilai tukar rupiah justru ditutup menguat ke level Rp16.904 per dolar AS, berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang Asia lainnya.

Dari sisi sektoral, tekanan terbesar terjadi pada sektor energi yang terkoreksi paling dalam, sementara sektor transportasi menjadi satu-satunya yang mencatatkan penguatan. Hal ini mencerminkan rotasi sektor yang masih berlangsung di tengah ketidakpastian pasar.

Secara teknikal, meskipun IHSG terkoreksi, sejumlah indikator mulai menunjukkan sinyal stabilisasi. Histogram negatif MACD tercatat menyempit, sementara Stochastic RSI bergerak di area pivot, mengindikasikan potensi konsolidasi. Selain itu, IHSG masih mampu bertahan di atas MA5, yang menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda.

Baca Juga  IHSG Tertekan Dividen, Elvi Diana Ingatkan Faktor Teknis dan Sentimen Global

“Diperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran level 7.050–7.250,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari langkah pemerintah yang menambah penempatan dana di sektor perbankan sebesar Rp100 triliun untuk menjaga likuiditas di tengah kenaikan yield obligasi negara. Dengan tambahan tersebut, total dana pemerintah yang ditempatkan di perbankan kini mencapai sekitar Rp300 triliun. Skema penempatan ini juga bersifat fleksibel dan dapat ditarik sewaktu-waktu, sehingga memberikan ruang stabilisasi bagi sistem keuangan.

Dalam kondisi pasar yang cenderung sideways, pelaku pasar disarankan untuk lebih selektif dalam memilih saham dan memanfaatkan momentum trading jangka pendek. Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, antara lain JPFA, MDKA, UNTR, MAIN, dan AADI.

headline IHSG hari ini prediksi IHSG rekomendasi saham saham Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRupiah Berpotensi Melemah di Tengah Tekanan Global dan Ketidakpastian BBM
Next Article IPO SpaceX Berpotensi Pecahkan Rekor Dunia, Bidik Dana Rp1.269 Triliun

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Dibayangi Tekanan Global, Phintraco Sekuritas Jagokan BULL dan 5 Saham Ini

Gusti Tetiro18 Mei 2026 / 06:08 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.